Breaking News:

Falevi: Tidak Ada Aturan Jenguk Irwandi di Lapas

M Rizal Falevi Kirani, anggota DPRA dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA), mengomentari perihal Surat Peringatan (SP) pertama

Serambinews.com
Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani. 

* Tanggapan Atas Pemberian Surat Peringatan dari Ketum PNA

BANDA ACEH - M Rizal Falevi Kirani, anggota DPRA dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA), mengomentari perihal Surat Peringatan (SP) pertama yang diberikan Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf kepada dirinya dan tiga anggota dewan dari partai itu.

"Mengeluarkan SP itu tidak ada landasannya dan tidak ada aturan dalam partai untuk mengunjungi narapidana," tegas Falevi kepada Serambi, Senin (15/3/2021). Untuk diketahui, Irwandi Yusuf saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, akibat tersandung kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2018.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf memberi Surat Peringatan (SP) pertama kepada lima anggota DPRA dari partai tersebut. Surat yang ditandatangani bersama Sekjen PNA, Miswar Fuady itu dikeluarkan pada 5 Maret 2021.  

Mereka yang menerima SP pertama yaitu Safrijal (Ketua Fraksi PNA di DPRA), Mukhtar Daud, Tgk Haidar, Samsul Bahri, dan M Rizal Falevi Kirani. Sementara Darwati A Gani yang merupakan istri Irwandi Yusuf tidak diberikan SP pertama.

Alasan diberikan SP karena mereka dinilai menolak memberikan dana kontribusi selaku anggota Fraksi PNA DPRA ke rekening resmi atas nama DPP PNA dan menolak hadir berkunjung ke Irwandi Yusuf di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung.

"Padahal tujuan kita mengundang teman-teman ke Bandung untuk bersilaturahmi dan memperkuat konsolidasi partai," kata Ketua DPP PNA, Tgk Nurdin Ramli saat dikonfirmasi Serambi, Minggu (14/3/2021).

Apabila alasan mengundang anggota DPRA dari Fraksi PNA ke Bandung untuk melakukan konsolidasi partai, Falevi malah balik bertanya mengapa konsolidasi tidak dilakukan saja di Kantor PNA di Banda Aceh.

"Apa alasan konsolidasi. Kalau mereka ingin membuat konsolidasi, kantor PNA terbuka 24 jam. Kenapa tidak datang aja ke sini, kita buat konsolidasi, kenapa harus ke Bandung," kata Falevi bertanya.

Jika Irwandi dan Miswar Fuady selaku Sekjen PNA ingin menyelesaikan persoalan yang ada di internal partai, Falevi mengusulkan agar buat saja rapat harian DPP. Di situ segala persoalan diselesaikan dengan cara musyarawah.

"Sebenarnnya kami sudah banyak diam. Apa pun yang mereka rekomendasi kami tidak pernah ngoceh, seperti mengeluarkan surat rekomendasi cawagub, termasuk penetapan cawagub sebenarnya itu melanggar AD/ART partai," katanya lagi.(mas) 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved