Sabtu, 25 April 2026

Jika Jabatan Presiden 3 Periode, Pengamat Ini Siap Deklarasikan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024

Pengamat politik dari Indo Barometer, M Qodari siap mendeklarasikan pasangan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 jika jabatan presiden 3 periode.

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/Kompas.com
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Indo Barometer, M Qodari siap mendeklarasikan pasangan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 jika jabatan presiden 3 periode.

Hal ini dilakukan untuk menghindari polarisasi di masyarakat.

Qodari mendukung pasangan Jokowi-Prabowo untuk meminimalkan perpecahan di tengah masyarakat.

Perpecahan ini sudah terjadi sejak Pilgub DKI Jakarta 2017 hingga Pilpres 2019.

Namun, dukungan untuk pasangan Jokowi-Prabowo harus dibarengi dengan megubah aturan masa jabatan presiden.

()

Presiden Jokowi mencabut aturan investasi miras yang sempat jadi polemik di masyarakat. Setelah menerima saran dari ulama, NU, Muhammadiyah serta organisasi keagamaan lain, Presiden mantap mencabut aturan investasi miras. (tangkapan layar youtube)

Baca juga: Kembali Bertambah, Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Aceh Tamiang Menjadi 22 Orang

Baca juga: Masalah pada Gusi? Cobalah Rutin Minum Air Lemon dan Air Jeruk Nipis, Hasilnya Luar Biasa

Saat ini, masa jabatan presiden masih dua periode seperti yang tercantum di dalam UUD1945.

Qodari menjelaskan, mengapa mendukung pasangan Jokowi-Prabowo?

Pengamat politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari mengusulkan pasangan Jokowi-Prabowo maju dalam pemilu 2024.

Hal itu untuk menghindari terjadinya polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.

"Saya deklarator Jokowi-Prabowo pada 2024 untuk menghindari polarisasi," kata Qodari saat diwawancara di Kompas TV (grup SURYA.co.id), Selasa (16/3/2021).

Menurut Qodari, ada beberapa alasan mengapa pasangan ini layak diajukan.

Yaitu, dukungan partai politik di parlemen hanya PDIP dan Gerindra yang merupakan partai besar saat ini.

Mereka mampu menghimpun 20 persen suara.

Baca juga: Jika Ada Pihak Dorong Jokowi Presiden 3 Periode, Mahfud MD: Upaya Menjilat

Sementara yang jadi oposisi hanya PKS dan Partai Demokrat tidak sampai 20 persen.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved