Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Selatan

Terkait Tertimbunnya Delapan Penambang Emas Tradisional di Aceh Selatan, Ini Pengakuan Penambang

"Itu bukan lokasi PT PSU. Itu lokasi IUP milik masyarakat Gampong Simpang Dua Kluet Tengah. Jauh - jauh hari pihak koperasi sudah mengingatkan dan...

Penulis: Taufik Zass | Editor: Nurul Hayati
Foto: Kiriman Warga
Lokasi kejadian tertimbunnya delapan orang penambang emas tradisional di Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan akibat tertimbun longsor, Minggu (14/03/2021). 

"Itu bukan lokasi PT PSU. Itu lokasi IUP milik masyarakat Gampong Simpang Dua Kluet Tengah. Jauh - jauh hari pihak koperasi sudah mengingatkan dan melarang masuk ke lokasi tambang, tapi dikarenakan masyarakat terdesak ekonomi untuk mata pencarian disaat pandemi ini, masyarakat terpaksa masuk untuk mencari nafkah ke lokasi itu," jelasnya.

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Kejadian tertimbunnya delapan orang penambang emas tradisional di Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan akibat tertimbun longsor menyedot perhatian publik.

Pasalnya, dua diantaranya dikabarkan meninggal dunia.

Insiden  tersebut terjadi Minggu 14 Maret 2021, sekira pukul 02.00 WIB. 

Salah serang penambang emas tradisional yang tidak mau ditulis namanya, Selasa (16/03/2021) meluruskan mengenai lokasi tertimbunnya delapan orang penambang emas di Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah. 

"Itu bukan lokasi PT PSU. Itu lokasi IUP milik masyarakat Gampong Simpang Dua Kluet Tengah. Jauh - jauh hari pihak koperasi sudah mengingatkan dan melarang masuk ke lokasi tambang, tapi dikarenakan masyarakat terdesak ekonomi untuk mata pencarian disaat pandemi ini, masyarakat terpaksa masuk untuk mencari nafkah ke lokasi itu," jelasnya.

Menurut informasi yang diterima Serambinews.com, insiden tertimbunnya para penambang yang sedang berada dalam lobang galian akibat ambruknya langit-langit lobang yang digali itu sebelumnya juga pernah terjadi.

Baca juga: Belum Tuntas Video Syur Parakan 01, Kini Muncul Video Mesum Remaja di Kafe, Direkam Pengunjung Lain

Sebanyak 8 orang penambang emas di lokasi tambang PT PSU Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, tertimbun longsor. Dua diantaranya dikabarkan meninggal dunia. Insiden  tersebut terjadi Minggu 14 Maret 2021, sekira pukul 02.00 WIB.
Sebanyak 8 orang penambang emas di lokasi tambang PT PSU Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, tertimbun longsor. Dua diantaranya dikabarkan meninggal dunia. Insiden  tersebut terjadi Minggu 14 Maret 2021, sekira pukul 02.00 WIB. (For Serambinews.com)

"Menurut informasi, dulu juga sudah pernah kejadian tertimbun, cuma kronologi persisnya kami tidak tahu, apakah ada yang meninggal atau tidak kami tidak tahu, karena informasinya seperti ditutup-tutupi oleh penambang," ungkap salah seorang sumber yang tidak mau ditulis namanya.

Salah seorang penambang tradisional yang dihubungi Serambinews.com, Selasa (16/03/2021) mengaku, dirinya tahu akan resiko yang dihadapi akibat penambangan emas secara tradisional tersebut.

Namun menurutnya, pekerjaan itu terpaksa dilakukan karena tidak ada pekerjaan lain.

"Kami tahu resiko, sewaktu - waktu bisa tertimbun. Namun mau bagaimana lagi, pekerjaan lain tidak ada, ya untuk memenuhi kebutuhan hidup terpaksa kami ikut - ikut kawan cari emas dengan cara menggali lobang," ungkap salah seorang penambang yang tidak mau ditulis namanya.

Seperti diberitakan, sebanyak 8 orang penambang emas tradisional di Gampong Simpang Dua, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, tertimbun longsor.

Baca juga: Ketua PP TIM Surya Darma Nyatakan Dukung Pilkada Aceh 2022

Dua diantaranya dikabarkan meninggal dunia.

Insiden  tersebut terjadi Minggu 14 Maret 2021, sekira pukul 02.00 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved