Internasional
Arab Saudi Kutuk Penyerbuan ke Istana Presiden di Yaman
Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras tindakan pengunjuk rasa yang menyerbu tempat kepresidenan di Yaman pada Selasa (16/3/2021).
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras tindakan pengunjuk rasa yang menyerbu tempat kepresidenan di Yaman pada Selasa (16/3/2021).
Sekelompok demonstran masuk ke Istana Al-Maashiq di Aden di tengah kemarahan tentang situasi ekonomi di negara itu.
Saudi Press Agency (SPA), Rabu (17/3/2021) melaporkan para demonstran membubarkan dengan damai beberapa saat kemudian.
Baca juga: PBB Tuntut Penyelidikan Independen Atas Tragedi Mengerikan Menewaskan Migran Afrika di Yaman
Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan kembali dukungan Kerajaan untuk pemerintah Yaman, yang telah beroperasi dari ibukota sementara Aden.
Dipimpin oleh Perdana Menteri Maeen Abdulmalik Saeed.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan pemerintah diberi kesempatan yang tepat untuk melayani rakyat Yaman.
Khususnya selama situasi kemanusiaan dan ekonomi yang sulit di negara itu.
Baca juga: AS Tetap Upayakan Perdamaian Yaman Secara Diplomatik, Krisis Kemanusiaan Terburuk Terus Meluas
Kerajaan juga meminta kedua pihak dalam Perjanjian Riyadh untuk bertindak cepat dan bertemu di Riyadh.
Untuk menyelesaikan implementasi poin-poin yang tersisa dari kesepakatan damai.
Dikatakan implementasi perjanjian akan menyatukan rakyat Yaman.
"Mengakhiri pertumpahan darah dan memulai proses penyembuhan keretakan antar faksi di negara tersebut," kata Kemlu Saudi.
Baca juga: Kehidupan Kulit Hitam Tidak Penting: Dunia Tetap Bungkam, Houthi Membantai Migran Afrika di Yaman
Perjanjian tersebut juga mendukung pemulihan negara Yaman dan keamanan dan stabilitasnya.
Bersama dengan upaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif untuk krisis tersebut, tambah pihak berwenang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demonstrasi-di-aden-yaman.jpg)