Breaking News:

Properti

Sudah Saatnya Beli Rumah, PPN Ditanggung Pemerintah dan DP Bisa Dimulai Nol Persen, Hanya Tahun Ini

Inilah saatnya untuk membeli rumah sebagai tempat tinggal atau juga investasi jangka panjang.

Editor: M Nur Pakar
Modernland Realty
Studio Landed House Rp 150 Jutaan di Modernland Cilejit, Tangerang, Banten. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Inilah saatnya untuk membeli rumah sebagai tempat tinggal atau juga investasi jangka panjang.

Karena, pemerintah telah menanggung Pajak Petambahan Nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun (rusun) selama enam bulan, dari Maret hingga Agustus 2021.

Properti yang seluruh PPN-nya Ditanggung Pemerintah (DTP) merupakan rumah tapak dan rusun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar.

Sementara untuk rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar hingga maksimal Rp 5 miliar, PPN DTP yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rusun diberikan hanya 50 persen.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 33,1 Triliun untuk Perumahan, Pembeli Rumah Subsidi Dibantu DP Rp 4 Juta

Sebelum diberlakukan PPN DTP oleh Pemeirntah, Bank Indonesia (BI) juga telah memberlakuakn relaksasi loan to value/financing to value (LTV/FTV).

Berupa kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen mulai 1 Maret silam.

Relaksasi LTV/FTV ini akan berakhir pada 31 Desember 2021 dan dievaluasi kembali satu kali dalam setahun.

Dengan relaksasi tersebut, para calon konsumen bisa membeli properti tanpa membayar uang muka alias DP 0 persen.

Baca juga: Konsumen Adukan Lima Pengembang Properti, dari Soal Pembangunan Sampai Sertifikat

Seluruh pembiayaan properti yang dibeli konsumen dengan memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) ditanggung oleh perbankan.

Pelonggaran LTV/FTV ini diberlakukan untuk semua jenis properti termasuk rumah tapak, rusun, rumah toko (ruko) maupun rumah kantor atau rukan.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto berpendapat, adanya dua kebijakan menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi properti.

"Jika ini untuk investasi jangka panjang dan investor tidak mengharapkan pengembalian langsung atau dalam waktu dekat, ini sebenarnya waktu yang tepat," ucap Ferry dalam laporan yang diterima Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Selain investor, momen ini juga tepat bagi end-user (pengguna akhir) dengan daya beli yang cukup.

Meski begitu, ada banyak prosedur yang harus diperhatikan konsumen secara matang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved