Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Bea Cukai Hibahkan Bawang Selundupan ke Pemkab Aceh Utara

Bawang selundupan itu dihibahkan kepada Pemkab Aceh Utara sebanyak 10,5 ton, dan 7 ton lainnya dihibahkan untuk Dayah di Kabupaten Aceh Besar.

Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kepala Kantor Bea Cukai Mochammad Munif menyerahkan bawang merah selundupan untuk dihibah diterima Asisten I Pemkab Aceh Utara Dayan Albar SSos MAP yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Kamis (18/3/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pasca penangkapan dan penyitaan barang bukti bawang merah ilegal sebanyak 17,5 ton di Kecamatan Tanah Pasir oleh pihak Bea Cukai dan POM  beberapa waktu lalu, kini komoditi milik negara itu dihibahkan kepada Pemkab Aceh Utara sebanyak 10,5 ton.

Sementara sisanya 7 ton lagi akan dihibahkan untuk Dayah di Kabupaten Aceh Besar melalui Kakanwil DJKN Aceh.

Ratusan karung bawang merah ilegal itu semuanya akan dihibahkan kepada panti asuhan yang ada di kawasan Aceh Utara.

Dan secara simbolis diserah terimakan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Mochammad Munif kepada Asisten I Pemkab Aceh Utara Dayan Albar, S.Sos, MAP yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Lhokseumawe.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pukul 10.00 Wib itu, Kadis Sosial Aceh Utara Zulkarnain secara simbolis menyerahkan sejumlah karung bawang merah ilegal kepada pihak panti dan masyarakat.

Kepala Bea Cukai Kota Lhokseumawe Mochammad Munif mengatakan pihaknya telah menghibahkan bawang merah ilegal itu kepada Pemkab Aceh Utara dan sejumlah dayah di Aceh Besar.

Baca juga: Penjualan Chip Marak, DPRK Minta Pemerintah Aceh Surati Kemenkominfo untuk Blokir Game Higgs Domino

Baca juga: Ditpolairud Polda Aceh Tenggelamkan 2 Kapal Penangkap Ikan Negara Asing di Pelabuhan Ulee Lheue

Baca juga: Tim Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, PB Perpani Nilai Pemerintah Inggris Tak Berlaku Adil

Baca juga: Warga Protes Alih Fungsi Kawasan Hutan di Aceh Tamiang Jadi Perkebunan, Minta Kepastian Status

Sebab hibah tersebut telah mendapatkan persetujuan melalui surat Kakanwil DJKN Aceh nomor S-77/WKN.01/2021 dan S-78/WKN 01/2021 serta surat Kepala KPKNL Lhokseumawe nomor S-28/MK.6/WKN.01/KNL.02/2021.

Termasuk telah dinyatakan Bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari karantina pertanian sesuai laporan hasil pengujian no. 074/K.41/D/I/KT/03/2021.

“Hibah ini  bertujuan untuk dapat membantu meringankan ekonomi masyarakat yang membutuhkannya ditengah pandemik Covid-19,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Mochammad Munif dikutip Serambinews.com, Kamis (18/3/2021).

Disebutkannya atas temuan barang bukti bawang merah ilegal tak bertuan itu petugas berhasil menggagalkan penyelundupannya sebanyak 17,5 Ton atau ditaksir senilai Rp 525.600.000 lebih.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved