Breaking News:

Arkeologi

Penelitian Arkeologi: Nenek Moyang Suku Gayo Bermigrasi dari Cina Selatan pada Zaman Prasejarah

Temuan terhadap kerangka prasejarah di Ceruk Mendale dan Ujung Karang telah mengubah teori migrasi yang selama ini diyakini para arkeolog.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Dok Balai Arkeologi Sumut
Kerangka manusia dari zaman prasejarah ditemukan di Situs Mendale, Aceh Tengah. Hasil penelitian dan penggalian Tim Balai Arkeologi Sumut. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kerangka manusia dan benda-benda prasejarah yang ditemukan Tim Peneliti Arkeologi dari Balai Arkeologi Sumatera Utara di Loyang Mendale, Loyang Ujung Karang, Loyang Pukes Aceh Tengah berhasil  menyibak misteri asal usul orang Gayo.

Hasil analisa karbon dinyatakan usia temuan  8400 tahun. Berasal dari ras Austro Melanesoid yang berada pada budaya Austronesia.

Ras tersebut, masih memiliki hubungan dengan ras Mongoloid yang datang dari Cina bagian selatan.

Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr Ketut Wiradnyana, M.Si yang memimpin penelitian sejak 10 tahun silam menyampaikan hal itu dalam “BincangKopi #3 Musara Gayo”  secara virtual, Sabtu (13/3/2021). Ketut memperlihat sejumlah dokumen dalam bentuk foto hasil temuan penelitian.

“Ini bukti nyata keberadaan manusia bahwa dulunya mereka pernah berada di sana. Dan itulah asal usul nenek moyang orang Gayo,” katanya seraya ,menampilkan jumlah gambar tengkorak yang mereka temukan.

Temuan terhadap kerangka prasejarah di Ceruk Mendale dan Ujung Karang, menurut Ketut telah mengubah teori yang berbeda dengan teori migrasi yang selama ini diyakini para arkeolog.

Baca juga: Pelapor Khusus PBB Laporkan Ilmuwan Swedia Hampir Mati di Sel Isolasi Iran

Baca juga: Suami Ratcliffe Mengecam Pendekatan Inggris Terhadap Penahanan Istrinya di Penjara Iran

Baca juga: Perselingkuhan Seorang Pria Terbongkar, Gegara Ketahuan ‘Membakar Kalori’ pada Dini Hari

Sebelumnya  arkeolog meyakini bahwa migrasi manusia ras Mongoloid dimulai dari Cina, Thailand, Filipina, Sulawesi dan menyebar ke Jawa dan Sumatera.

“Sedangkan dari data yang saya temukan ini berbeda. Bahwa ras Mongoloid bermigrasi dari Cina bagian selatan, Taiwan, dan langsung ke Gayo melalui pesisir Sumatra, yaitu Tamiang, Lokop, Samar Kilang dan Mendale," kata Ketut.

Keyakinan migrasi ke Gayo melalui jalur Tamiang, menurut Ketut, karena temuan di Gayo lebih muda dari temuan di Tamiang pada kisaran 10 ribu tahun lalu.

“Kami sudah lacak ke Tamiang usia temuan lebih tua dari Mendale. Tampaknya, orang-orang inilah yang menyebar ke Aceh Tengah dan mengeksplor kawasan pegunungan,” ujar Ketut.

Ketut Wiradnyana mengatakan, aktivitas di situs Loyang Mendale, diketahui berlangsung  sejak masa prasejarah Mesolitik, kisaran sebelum 8400 ±  80 BP hingga masa Neolitik awal sekitar 5080 ± 120 – 3115 ± 30.

“Hasil analisa dating terakhir pada lapisan atas Mesolitik menghasilkan pertanggalan 5470 ± 140 BP yang sejalan dengan aktivitas awal Neolitik. Sedangkan dari aspek kebudayaannya tampaknya berlangsung terus dari sejak masa Mesolitik, Neolitik hingga Paleometalik pada kisaran awal-awal Masehi. Adanya pembauran dan budaya berlanjut, dikuatkan dari berbaurnya tinggalan artefaktual dari periode tersebut.

Baca juga: Cynthiara Alona Jadi Tersangka, Hotel Miliknya Jadi Tempat Prostitusi, Ini Kata Kuasa Hukum

Baca juga: Polisi Hutan Wanita Pakistan Menjaga Hutan Bakau Gersang Terbesar di Dunia

Baca juga: Terungkap Kronologi Pembunuhan Wanita Muda di Kamar Hotel, Pelaku Sempat Merokok Usai Berhubungan

Penelitian tim arkeologi itu juga berhasil menemukan sejumlah artefak lainnya berasal dari Gayo Prasejarah, seperti pecahan gerabah, kapak batu, kapak lonjong, dan tulang hewan dan serta anting dari kerang.

Sebelumnya Ketut juga telah mempublikasikan bahwa hasil uji DNA  (asam deoksiribonukleat) manusia purba situs Ceruk Mendale dan Situs Ujung Karang sama dengan DNA orang Gayo yang ada sekarang.

Pada tahun 2010 dilakukan uji  membandingkan DNA kerangka prasejarah yang ditemukannya dengan DNA masyarakat Gayo.

Ada 300 lebih sampel DNA orang Gayo yang dikumpulkan untuk diuji di laboratorium Erlangga Surabaya. Hasilnya, DNA positif sama. Kerangka yang ditemukan terbukti sebagai nenek moyang orang Gayo.

Bahkan, DNA kerangka tersebut dibandingkan dengan DNA dua orang pemilik lahan Loyang Mendale dan Ujung Karang, tempat kerangka ditemukan hasilnya juga positif sama.

"Ini menjadi bukti otentik bahwa orang Gayo jelas memiliki hubungan dengan budaya di masa lalu,” katanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved