Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Polres Limpahkan 2 Tersangka & Barang Bukti Korupsi Dana KIP Agara ke Jaksa, Ini Jumlah Kerugiannya

Kedua tersangka adalah berinisial MD, Sekretaris KIP Aceh Tenggara sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan DK sebagai bendahara.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Satreskrim Polres Aceh Tenggara melimpahkan dua tersangka bersama barang bukti tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, Kamis (18/3/2021). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Satreskrim Polres Aceh Tenggara  melimpahkan tersangka kasus korupsi dana KIP bersama barang bukti tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, Kamis (18/3/2021).

Kedua tersangka adalah berinisial MD, Sekretaris KIP Aceh Tenggara sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan DK sebagai bendahara.

Penyerahan tersangka dan barang bukti itu langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, AKP Suparwanto, SH.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Eko Wanito Sulistyo, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suparwanto kepada Serambinews.com, Kamis (18/3/2021), mengatakan, berdasarkan surat Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Nomor: B-2709/L.1.20/Ft.1/12/2020, tanggal 16 Desember 2020 perihal Berkas Perkara Nomor: BP/90/XII/2018/Reskrim, tanggal 17 Desember 2018, dengan tersangka MD dan DK dinyatakan telah lengkap (P-21),

Pengusutan kasus ini berdasarkan laporan polisi LP. B/164/V/2017/RES.AGARA, tanggal 17 Mei 2017, tentang  dugaan tindak pidana korupsi pada Kantor KIP/KPU (Komisi Independen Pemilihan/Komisi pemilihan Umum) Kabupaten Aceh Tenggara pada penggunaan dana untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Aceh Tenggara tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp 27.914.430.000 yang bersumber dari APBK tahun anggaran 2016/2017.

Diduga peruntukan/penggunaan dana dimaksud tidak sesuai dengan RKB/RAB/RKA/NPHD tahun 2016-2017, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 dari KUHP.

Baca juga: Tim Gabungan Masih Cari Satu Gajah Liar di Negeri Antara Bener Meriah untuk Dipindah ke Habitatnya

Baca juga: Disayangkan, Aa Gym Ceraikan Teh Ninih untuk Kedua Kali, Dulu Pernah Cerai Hanya Setahun

Baca juga: Ngeri! Kebanyakan Orang Korut Mungkin Memiliki Cacing Parasit dalam Tubuhnya, Kok Bisa?

Menurut Kasat Reskrim, barang bukti yang diserahkan yakni SP2D, SPJ, kwitansi pinjaman uang, kerugian keuangan negara sesuai perhitungan BPKP Perwakilan Aceh sebesar Rp Rp. 909.003.000, dan uang pengembalian kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 909.003.000.

Terkait hal itu, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan, kasus dugaan korupsi ini harus dikembangkan untuk diketahui ke mana saja aliran dana mengalir dan siapa saja yang terlibat mencicipi aliran dana korupsi tersebut.

Karena, menurut Alfian, tidak logis kalau hanya dua orang saja yang ditetapkan menjadi tersangka korupsi dana KIP Aceh Tenggara

Apalagi sebelumnya, di KIP Aceh Tenggara sempat mencuat kasus dua bulan gaji petugas PPS tidak dibayarkan sehingga menimbulkan aksi unjuk rasa.

Baca juga: VIDEO Terekam CCTV Aksi Pelaku Gasak Kotak Amal di Rumah Sakit Muyang Kute Bener Meriah

Baca juga: Sosok Neslihan Yigit - Satu Pesawat dengan Tim Indoneia Tapi Masih Tampil di All England 2021

Baca juga: Update Corona Hari Ini, Kasus Positif Covid-19 Aceh Capai 9.702 Orang

"Aliran dana ini harus jelas ke mana saja mengalir dan siapa saja yang menikmatinya," tukas Koordinator MaTA, Alfian.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved