Indonesia Impor Garam 3 Juta Ton, Ini Alasan Pemerintah
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan alasan pemerintah membuka kembali impor garam sebanyak 3 juta ton pada tahun ini
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Indonesia kembali akan impor garam 3 juta ton pada tahun 2021
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan alasan pemerintah membuka kembali impor garam sebanyak 3 juta ton pada tahun ini.
Hal itu berkaitan dengan kuantitas dan kualitas garam lokal.
Ia menjelaskan, pada dasarnya garam impor tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri.
Baca juga: Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi Temui Presiden Jokowi di Istana Bogor, Ini Persoalan yang Dibahas
Menurut Mendag, kualitas garam lokal belum sesuai dengan yang dibutuhkan industri.
"Garam itu kualitasnya berbeda. Di mana garam kita yang dikerjakan PT Garam dan petani rakyat ini belum bisa menyamai kualitas garam industri tersebut," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).
Dia mencontohkan, seperti yang terjadi pada industri mi instan.
Satu bungkus mi instan dengan harga berkisar Rp 2.500 di dalamnya sudah mencakup ongkos untuk garam sebesar Rp 2.
Baca juga: Malaysia Usir Seluruh Staf Diplomatik Korea Utara, Dalam Waktu 48 Jam Harus Pergi, Ini Persoalannya
Mendag mengatakan, bila akhirnya produsen mi instan tersebut menggunakan garam lokal yang kualitasnya berbeda dengan kebutuhan, maka akan berpengaruh pada kualitas produk mi instan itu yang bisa berdampak buruk pada industri.
"Ada masalah-masalah di masa lampau, itu mi instan harganya kira-kira Rp 2.500 dan di dalamnya ongkos untuk garam itu Rp 2, tetapi garamnya tidak sesuai dengan spek untuk industri.
Sehingga garam yang Rp 2 itu bisa menghancurkan mi instan yang Rp 2.500," jelas dia.
"Inilah yang sekarang menjadi permasalahannya, garam boleh sama asinnya tetapi kualitasnya berbeda," lanjut Lutfi.
Baca juga: Hasil Drawing Liga Europa - Manchester United vs Granada dan Ajax Amsterdam vs AS Roma
Oleh sebab itu, lanjut dia, saat ini yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas garam dalam negeri, sehingga bisa memenuhi kebutuhan industri.
Lutfi menilai, persoalan garam ini malah seharusnya bisa dilihat oleh pelaku usaha dalam negeri sebagai peluang untuk memperbaiki dan mengembangkannya industri garam.
Sehingga bisa menekan ketergantungan impor garam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-garam_20180326_213328.jpg)