Indonesia Impor Garam 3 Juta Ton, Ini Alasan Pemerintah
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan alasan pemerintah membuka kembali impor garam sebanyak 3 juta ton pada tahun ini
"Jadi bukan jumlahnya saja yang mesti dipenuhi, tetapi juga kualitasnya. Nah ini yang sebenarnya mestinya industri nasional itu bisa melihat kesempatan untuk perbaiki struktur industri garam nasional," ujarnya.
Baca juga: Pendeta Katolik di Jerman Lecehkan Anak, File Beracun Terungkap dan Berlangsung Puluhan Tahun
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, produksi garam dalam negeri diperkirakan mencapai 2,1 juta ton pada 2021.
Sementara kebutuhan garam nasional tahun ini sebanyak 4,6 juta ton.
Artinya, memang ada selisih 2,5 juta ton untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, yang pada akhirnya dipasok dari impor.
Ia bilang, sebagian besar atau sebanyak 3,9 juta ton kebutuhan garam ada pada industri manufaktur.
Baca juga: Langgar IMB, Dinas PUPR Banda Aceh Surati Pemilik Hotel Diana, Tapi Pekerjaan Terus Dilanjutkan
Menurutnya, pemerintah terus berupaya memperbaiki produksi garam lokal guna meningkatkan meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat.
Upaya tersebut diantaranya yakni dengan integrasi lahan garam untuk peningkatan produktivitas dari 60 ton per hektar per musim menjadi 120 ton per hektar per musim.
Lalu pembangunan gudang garam nasional dan penerapan resi gudang.
"Selain itu, bantuan revitalisasi gudang garam rakyat, perbaikan jalan produksi, dan perbaikan saluran," ucap Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (18/3/2021).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Alasan Pemerintah Putuskan Impor Garam 3 Juta Ton",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-garam_20180326_213328.jpg)