Rabu, 8 April 2026

Internasional

Jenderal Pakistan Minta India, 'Kubur Masa Lalu, Maju Bersama-sama'

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa mendesak India menyelesaikan perselisihan Kashmir secara damai.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa mendesak India menyelesaikan perselisihan Kashmir secara damai.

Sehingga, katanya, dua saingan bersenjata nuklir itu dapat "mengubur masa lalu dan bergerak maju bersama."

Kashmir telah lama menjadi titik api antara India dan Pakistan, yang mengklaim wilayah itu secara penuh tetapi hanya menguasai sebagian.

Dilansir AFP, Jumat (19/3/2021), ketegangan memuncak setelah New Delhi mencabut otonomi Jammu dan Kashmir pada Agustus 2019.

Kemudian, membagi negara bagian itu menjadi dua wilayah yang dikelola pemerintah federal.

“Hubungan yang stabil antara India dan Pakistan adalah kunci untuk membuka potensi yang belum dimanfaatkan di Asia Selatan dan Tengah dengan memastikan konektivitas antara Asia Timur dan Barat,” kata Bajwa.

"Potensi ini, bagaimanapun, selamanya tetap menjadi sandera bagi perselisihan dan masalah antara dua tetangga nuklir," ujarnya.

Baca juga: Keluarga di Pakistan Minta Bantuan PBB, Bebaskan Pemimpin Separatis Kashmir di Penjara India

Panglima militer itu menambahkan:

“Penting untuk dipahami, tanpa penyelesaian sengketa Kashmir melalui cara-cara damai, proses pemulihan hubungan subkontinental akan selalu rentan."

"Terutama terhadap penggelinciran karena sikap bermusuhan yang bermotif politik.

“Namun, kami merasa sudah saatnya mengubur masa lalu dan melangkah maju."

"Tetapi untuk dimulainya kembali proses perdamaian atau dialog yang bermakna, tetangga kita harus menciptakan lingkungan yang kondusif, terutama di Kashmir yang diduduki India."

Bajwa mengatakan Asia Selatan adalah rumah bagi seperempat populasi dunia.

Tetapi terdapat potensi sumber daya dan manusia yang luar biasa.

"Perselisihan yang tidak terselesaikan ini akan menyeret wilayah ini kembali ke rawa kemiskinan dan keterbelakangan," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved