Minggu, 19 April 2026

Internasional

Jenderal Pakistan Minta India, 'Kubur Masa Lalu, Maju Bersama-sama'

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa mendesak India menyelesaikan perselisihan Kashmir secara damai.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa 

Negara-negara Asia Selatan menghabiskan banyak uang untuk pertahanan, yang secara alami mengorbankan pembangunan manusia, katanya.

Pakistan telah rela mengurangi pengeluaran pertahanannya untuk membantu meningkatkan keamanan secara keseluruhan dan menyelesaikan masalah yang luar biasa dengan tetangganya melalui dialog, kata Bajwa.

Baca juga: Konflik Kashmir, Bukan Hanya Bentrokan Bersenjata, Tetapi Juga Serangan Hewan Liar

Berbicara tentang keamanan nasional, dia mengatakan mencakup semua yang tidak lagi semata-mata merupakan fungsi angkatan bersenjata suatu negara.

"Apakah itu keamanan manusia, ekstremisme, hak asasi manusia, bahaya lingkungan, keamanan ekonomi atau pandemi, menanggapi secara diam-diam tidak lagi menjadi pilihan," kata panglima militer itu.

“Keamanan nasional dengan demikian berlapis-lapis."

"Dengan lapisan luar menjadi faktor eksogen lingkungan global dan regional."

"Lapisan dalam menjadi faktor endogen perdamaian internal, stabilitas dan orientasi pembangunan," ujarnya.

Dia menambahkan:

“Tidak ada pemimpin nasional hari ini yang dapat mengabaikan faktor-faktor ini."

"Saya juga sangat yakin bahwa tidak ada satu negara pun yang terisolasi dapat memahami dan melanjutkan pencariannya akan keamanan."

"Karena setiap masalah dan dilema keamanan yang dihadapi oleh dunia saat ini terkait erat dengan dinamika global dan regional. "

Baca juga: Tentara India Tembak Mati Empat Militan Kashmir

Bajwa mengatakan memiliki harapan ke pemerintah baru di AS yang dapat mengubah kontes tradisional menjadi ekonomi yang saling menguntungkan bagi dunia pada umumnya dan kawasan ini pada khususnya.

“Asia Selatan bisa menjadi titik awal untuk kerjasama regional,” kata panglima tersebut.

"Saya memiliki keyakinan kuat bahwa ekonomi dan pembangunan manusia yang berkelanjutan dapat membimbing kita menuju masa depan yang penuh kedamaian dan kemakmuran," katanya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved