Berita Aceh Singkil
Produksi Normal, Harga TBS Sawit di Aceh Singkil Rp 1.590 Per Kilogram, Turun Dibanding Pekan Lalu
Harga tersebut dengan catatan buah sudah matang atau merah merona. Sedangkan jika masih mentah, pengepul tidak menerimanya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Harga tersebut dengan catatan buah sudah matang atau merah merona. Sedangkan jika masih mentah, pengepul tidak menerimanya.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Aceh Singkil Rp 1.590 per kilogram, Minggu (21/3/2021).
Harga tersebut dengan catatan buah sudah matang atau merah merona. Sedangkan jika masih mentah, pengepul tidak menerimanya.
Andi petani sawit di Aceh Singkil, mengatakan harga sawit cenderung turun. Sebab hampir semua kebun telah berproduksi normal.
"Produksi sawit sudah normal," ujarnya.
Pekan lalu di tingkat petani harga TBS kelapa sawit Rp 1.650 per kilogram. Lantaran tidak semua kebun milik petani berproduksi normal.
Akan tetapi kisaran harga sawit Rp 1.590 terbilang tinggi saat produksi melimpah. Biasanya jika sawit petani melimpah di bawah Rp 1.000 per kilogram.
Baca juga: Bagaimana Hukum Orang Meninggal Tapi Masih Ada Utang Puasa Ramadhan, Ini Penjelasan UAS
Baca juga: Ekspresi Bayi Ini Cemberut saat Dilahirkan Tahun 2018, Begini Kondisinya Sekarang
Baca juga: Imsak dan Subuh dalam Imsakiyah Kemenag Aceh & Muhammadiyah Berbeda, Ini Sebab, Jangan Berpolemik
Petani sawit di Kabupaten Aceh Singkil, sebetulnya bisa menjual langsung ke pabrik dengan harga lebih tinggi, yakni Rp 1.800 per kilogram.
Hanya saja kualitas buah harus benar-benar masak. Jika tidak penuhi syarat tersebut, rugi. Sebab buah yang tidak masak ditolak pabrik.
Kemudian buah harus banyak atau minimal satu truk. Kalau sedikit maka rugi biaya angkutan.
Terdapat selisih sekitar Rp 300 antara harga sawit di pabrik dengan pengepul.
Lantaran untuk menutupi penyusutan mengingat sawit yang dikumpul pengepul dari petani baru bisa dijual ke pabrik setelah banyak.
"Saat menunggu banyak itulah terjadi penyusunan. Lalu saat dijual ke pabrik bila ada yang ditolak menjadi resiko dari pengepul," ujar pengepul sawit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kebun-sawit-di-singkil-utara.jpg)