Breaking News:

Anggota DPR RI asal Aceh Rafli : Impor Beras Cederai Cita - cita Swasembada Pangan

Anggota DPR RI asal Aceh Rafli menilai keputusan pemerintah untuk mengimpor beras sangat kontraproduktif dengan rencana Pemulihan Ekonomi Nasional

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Anggota DPR RI asal Aceh Rafli 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI asal Aceh Rafli menilai keputusan pemerintah untuk mengimpor beras sangat kontraproduktif dengan rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bahkan bertolak belakang dengan Program Strategis Nasional ( PSN ) Food Estate yang pernah digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tentu, agenda impor beras jelang panen raya membuat banyak orang sedih.

Sebab, Indonesia dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kita ketahui Indonesia pernah swasembada beras, jika saat ini Pemerintah melakukan impor beras, berarti ada yang keliru dengan kebijakan.

Baca juga: Setelah Jokowi Serukan Benci Produk Asing, Pemerintah Sepakat Impor Beras 1 Juta Ton

Hal ini bertolak belakang dengan program strategis nasional food estate menuju swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi serta kontra dengan rencana Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) ditengah pandemi," ujar Rafli anggota Komisi VI DPR RI FPKS, Senin (22/3/2021).

"Beras kita cukup asal manajemennya diperbaiki. Pembangunan Infrastruktur pertanian, teknologi dan edukasi ke petani bisa meningkatkan hasil produksi yang membuat petani sejahtera dan stok nasional akan terpenuhi dengan catatan di pasar juga diawasi,” jelas Rafli.

Rafli menyebutkan, beberapa daerah di Indonesia saat ini hampir memasuki masa panen. Untuk pemerintah diminta meninjau dan mengkaji ulang kebijakan impor beras. 

Baca juga: Pemerintah Berencana Impor Beras, HKTI: Hanya Merusak Harga Beras Petani Lokal 

Karena sangat berdampak kepada penurunan harga jual hasil panen petani, serta membuat mental petani terus tertekan.

"Ingatan masyarakat kita juga masih segar dengan pesan Presiden Jokowi untuk cinta produk lokal, dan benci produk asing. Jika impor dilakukan dimana moral kita," tukasnya. 

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan produksi beras pada 2020 lebih tinggi dari 2019.

Baca juga: Jokowi Target Swasembada Garam Tahun 2015, Tapi Indonesia Sampai 2021 Masih Impor

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram pada Senin 22 Maret 2021

BPS juga merilis potensi peningkatan produksi padi pada 2021, yaitu subround Januari-April 2021 sebesar 25,37 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88% dibandingkan subround yang sama pada tahun 2020 sebesar 19,99 juta ton GKG.

"Miris, Jika ada yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat yang hidup dari hasil pertanian, bahkan ini mencederai cita cita swasembada pangan," demikian Rafli.(*)

Baca juga: Dulu Jokowi Berjanji Stop Impor Daging Sapi Hingga Turunkan Harga, Bagaimana Kenyataannya Sekarang?

Baca juga: BREAKING NEWS- Tim Offroad Galus Terjebak di Hutan Tamiang, Logistik Menipis dan Anggota Mulai Sakit

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved