Breaking News:

Berita Simeulue

Dua Terdakwa Kasus Pamsimas Simeulue Divonis, Darmawan Dihukum 6 Tahun, Firnanda 5 Tahun Penjara

Terdakwa Darmawan merupakan Koordinator di Pamsimas Kabupaten Simeulue. Sedangan M Firnanda Wira Kesuma merupakan bendahara di Pamsimas.

Tribunnews.com
Ilustrasi kasus korupsi. 

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Banda Aceh menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus korupsi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas di Kabupaten Simeulue.

Kedua terdakwa yakni Darmawan dan M Firnanda Wira Kesuma dihukum masing-masing selama enam dan lima tahun penjara.

Penelusuran Serambinews.com, Rabu (24/3/2021), melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) disebutkan bahwa terdakwa M Firnanda Wira Kesuma dengan nomor perkara 28/Pid Sus-TPK/2020/PN Bna, dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagai dakwaan primair melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama lima tahun dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp 200 juta,” ujar majelis hakim.

“Dengan ketentuan jika pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” lanjut majelis hakim.

Baca juga: Mewah hingga Pakai 4 Kostum, Ini 10 Foto Prewedding Atta-Aurel Pemotretan di Stadion Utama GBK

Baca juga: Kejam! Tentara Myanmar Tembak Mati Bocah Perempuan Usia Tujuh Tahun di Pangkuan Ayah

Baca juga: Kejari Aceh Besar Musnahkan Sabu, Ganja, Handphone, dan Barang Bukti Lain

Kemudian, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 245.409.196,5, dengan ketentuan jika uang pengganti tidak dibayar maka harta benda terdakwa dapat disita untuk negara.

Selanjutnya, terdakwa Darmawan dengan nomor perkara 27/Pid Sus-TPK/2020/PN Bna, juga dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang RI Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama enam tahun dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp 200 juta,” kata majelis hakim.

“Dengan ketentuan jika pidana denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” tukas majelis hakim.

Kemudian, majelis hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti, sebesar Rp 726.748.003,5, dengan ketentuan jika uang pengganti tidak dibayar maka harta benda terdakwa dapat disita untuk negara.

Baca juga: Militer Myanmar Semakin Beringas, Bocah 7 Tahun Tewas Ditembak di Rumahnya, 20 Anak Dilaporkan Tewas

Baca juga: Atta-Aurel Ngebet Anak Kembar 9, Minta Resep Syahnaz Adik Raffi Ahmad, Nagita Bilang Satu Aja Dulu

Baca juga: Polisi Usut Kasus Kabel Lampu Stadion Kuta Asan Sigli Dicuri

Lalu jika terdakwa tidak memiliki harta benda atau tidak mencukupi membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

Untuk diketahui, bahwa terdakwa Darmawan merupakan Koordinator di Pamsimas Kabupaten Simeulue. Sedangan M Firnanda Wira Kesuma merupakan bendahara di Pamsimas.(*)

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved