Breaking News:

Otomotif

Insentif PPnBM Mobil Baru 2.500 cc Berbeda dengan 1.500 cc, Ini Penjelasannya

Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mesin 2.500 cc berbeda dengan 1.500 cc. Seperti diketahui, mobil baru berkapasitas 1.500 cc,

Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Branch Manager Mitsubishi Motors PT Arista Sukses Mandiri, Beni Santoso (dua kiri) berfoto bersama usai merilis New Pajero Sport, di Dealer PT Arista Sukses Mandiri, di Jalan Dr Mohd Hasan, Batoh, Banda Aceh, Sabtu (6/3/2021).  

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mesin 2.500 cc berbeda dengan 1.500 cc.

Seperti diketahui, mobil baru berkapasitas 1.500 cc, PPnBM nol persen.

Sedangkan di atas 1.500 cc atau sampa 2.500 cc hanya puluhan persen.

Hal itu berdasarkan Rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dmana, secara resmi memutuskan relaksasi untuk kendraaan roda empat brkapasitas 1.501 cc sampai 2.500 cc.

"Potongan pajak akan diberikan kepada Kendaraan Bermotor Roda Empat (KBM-R4) dengan kapasitas tersebut dan segmen 4x2 serta 4x4," tutur Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Mitsubishi Pajero Sport Bakal Masuk Insentif PPnBM 0 Persen, Ini Estimasi Harganya

Rakor terbatas dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Agus mengatakan, akan ada dua skema pengurangan PPnBM yang diberikan pemerintah kepada kendaraan 4x2 dan 4x4.

Skema pertama untuk kendaraan 4x2, adalah diskon PPnBM sebesar 50 persen, yang tadinya 20 persen menjadi 10 persen untuk tahap I (April-Agustus 2021).

Kemudian diskon sebesar 25 persen, yang tadinya 20 persen menjadi 15 persen untuk Tahap II (September-Desember 2021).

Sedangkan skema berikutnya untuk kendaraan 4x4 adalah diskon sebesar 25 persen, yang tadinya 40 persen menjadi 30 persen untuk Tahap I (April-Agustus 2021).

Baca juga: Ingin Beli Toyota Innova dan Fortuner, Tunggu Dulu, Pemerintah Akan Beri Lagi Insentif Pajak

Selanjutnya diskon sebesar 12,5 persen, yang tadinya 40 persen menjadi 35 persen untuk Tahap II (September-Desember 2021).

Sasaran kebijakan perluasan PPnBM-DTP diharapkan mampu mendorong peningkatan penjualan dari kendaraan bermotor.

Pada pekan pertama Maret 2021 saat relaksasi PPnBM 100 persen diberlakukan, Kemenperin mencatat peningkatan pemesanan hingga 140 persen untuk kendaraan masuk segmen insentif pajak.

Untuk itu, Kemenperin menyampaikan penerapan program yang sama bagi KBM-R4 dengan local purchase di atas 60 persen.

"Dari evaluasi, dapat dilihat program relaksasi PPnBM efektif untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat," kata Agus.

Baca juga: Luar Biasa, Insentif PPnBM Berhasil Meningkatkan Animo Masyarakat Membeli Lagi Mobil Baru

Hal ini juga berdampak positif karena dapat meningkatkan perekonomian.

"Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan memiliki multiplier effect bagi sektor industri lainnya," ungkap Agus.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Relaksasi PPnBM Mobil Hari Ini Resmi Diperluas Hingga 2.500 Cc, Begini Skemanya"

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved