Breaking News:

Berita Kutaraja

Tim Gabungan Gelar Operasi Pasar, Petugas Amankan 384 Bungkus Rokok Ilegal, Ini Rincian Mereknya

Rokok tersebut disita dari 10 toko kelontong/kios di sepanjang Jalan Medan-Banda Aceh area Pasar Pasar Keutapang dan Pasar Lambaro.

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Tim gabungan yang terdiri atas Kanwil Bea Cukai Aceh, Satpol PP dan WH, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, menggelar operasi pasar, Sabtu (27/3/2021), di Pasar Keutapang dan Pasar Lambaro, Aceh Besar. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tim gabungan yang terdiri atas Kanwil Bea Cukai Aceh, Satpol PP dan WH, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, menggelar operasi pasar, Sabtu (27/3/2021), di Pasar Keutapang dan Pasar Lambaro, Aceh Besar.

Dalam operasi pasar tersebut, petugas gabungan berhasil  mengamankan 384 bungkus rokok ilegal. Dari sekian banyak bungkusan, totalnya isinya ada 7.680 rokok ilegal.

Rokok tersebut disita dari 10 toko kelontong/kios di sepanjang Jalan Medan-Banda Aceh area Pasar Pasar Keutapang dan Pasar Lambaro.

Rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai, yang terdiri dari 280 bungkus rokok merek Luffman, 100 bungkus rokok merek Pride, 8 bungkus rokok merek Oris, dan 3 bungkus rokok merek Wan.

Kepala Bidang Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, dari operasi bersama itu, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut atas barang hasil penindakan berupa rokok ilegal tersebut.

Baca juga: Banjir Pujian Lengkapi Kemenangan Francis Ngannou Sebagai Juara Baru Kelas Berat UFC

Baca juga: Lempar Ban Kapten karena Golnya Tak Disahkan, Ronaldo Dikritik Eks Bek Portugal

Baca juga: Enam Pembeli Chip Higgs Domino Sudah Diperiksa, Tersangka Masih 1 Orang, T Terancam Hukuman Cambuk

Diperkirakan nilai rokok ilegal ini bernilai Rp 7,7 juta. Sedangkan potensi kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp 3,6 juta.

Rokok ilegal ini merupakan hasil tegahan oleh Satuan Petugas (Satgas) Bea Cukai di Aceh yang telah melaksanakan patroli darat maupun patroli laut. 

Kanwil Bea Cukai Aceh beserta lima Kantor Bea Cukai lainnya yang ada di Aceh yang tersebar di Sabang, Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe, dan Langsa, telah  bersinergi dengan aparatur TNI-Polri, Pemprov, Pemkab, dan Pemkot serta instansi terkait untuk secara konsisten menekan pertumbuhan dan persebaran rokok ilegal di Provinsi Aceh.

Diharapkan peredaran rokok ilegal di provinsi ini berkurang, yang pada akhirnya dapat memenuhi target nasional persebaran rokok ilegal sebanyak 3% pada tahun 2020.

Misi Bea Cukai dari operasi ini, di antaranya melindungi masyarakat dari masuknya barang barang illegal, serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai secara terus menerus.

Baca juga: Satpol PP Kota dan Tim Jatanras Polresta Banda Aceh Gerebek Lima Lapak Penjual Higgs Domino

Baca juga: Wabup Nagan Raya Kunjungi UMKM Produksi Teh Celup Kayu Bajakah di Suak Puntong

Baca juga: Prancis Luncurkan Percobaan Dua Tahun Ganja Medis, Sebelum Dilegalkan untuk Umum

Bea Cukai berkomitmen untuk memberantas rokok ilegal dengan programnya "Gempur Rokok Ilegal".

Setiap Kantor Bea Cukai di Aceh juga turut andil dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rokok ilegal dan selalu mengimbau masyarakat untuk tidak turut serta membeli, menjual, mendistribusikan, maupun menimbun rokok ilegal.

Ciri-ciri rokok ilegal yang dapat dikenali yaitu tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai salah personalisasi/peruntukan dan/atau dilekati pita cukai bekas.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved