Selasa, 21 April 2026

Luar Negeri

Facebook Bekukan Fanpage Presiden Nicolas Maduro, Pemerintah Venezuela Sebut “totaliterisme digital”

Pemerintah Venezuela mengecam Facebook pada hari Minggu (28/3/2021) setelah membekukan halaman Fanpage Presiden Nicolas Maduro selama 30 hari.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
AFP
Presiden Venezuela Nicolas Maduro 

SERAMBINEWS.COM, VENEZUELA - Pemerintah Venezuela mengecam Facebook pada hari Minggu (28/3/2021) setelah membekukan halaman Fanpage Presiden Nicolas Maduro selama 30 hari.

Pembekuan ini disebut karena "pelanggaran berulang" terhadap kebijakannya terhadap penyebaran informasi yang salah tentang Covid-19.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Informasi Venezuela membantah kampanye informasi yang salah yang dilakukan presiden.

Dengan alasan dia hanya mempromosikan konten yang diarahkan untuk memerangi pandemi.

Kementerian menyatakan bahwa tindakan Facebook adalah bagian dari "totaliterisme digital" terhadap negara berdaulat.

"Kami menyaksikan totaliterisme digital yang dilakukan oleh perusahaan supranasional yang ingin memaksakan hukum mereka di negara-negara di dunia," katanya.

Baca juga: Pemuda Minta Bupati Aceh Singkil Dorong Gerakan Subuh Berjamaah Bagi ASN

Baca juga: Ini Peralatan yang Meledak Hingga Terjadi Kebakaran di Kilang Minyak Pertamina Balongan Indramayu

Baca juga: Hati-Hati! Overdosis Konsumsi Jahe Bisa Buruk Bagi Orang Dengan Kondisi Medis Ini

Facebook juga menghapus video dari halaman Maduro, yakni video yang mempromosikan pengobatan yang disebut Carvativir.

Maduro berpendapat bahwa obat tersebut dapat menyembuhkan dan mencegah virus.

Facebook berargumen bahwa pernyataan Maduro tentang Carvativir tidak didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Venezuela telah terdaftar sebanyak 155.663 kasus virus korona dikonfirmasi.

Termasuk 1.555 kematian dan 144.229 pemulihan, menurut penghitungan berjalan oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

Baca juga: Aksi Tak Terpuji, Pengemudi Sedan Ambil Kesempatan Saat Mobil Pemadam Bunyikan Sirene Darurat

Sebelumnya isu kabar mengenai Facebook pada hari Sabtu (27/3/2021) mengumumkan bahwa mereka menangguhkan akun pemimpin Venezuela selama 30 hari.

Nicolas Maduro melanggar kebijakan platform media sosial dengan mempromosikan informasi yang salah tentang obat bernama Carvatinir, yang dia klaim menyembuhkan virus corona, kata perusahaan itu.

Facebook menangguhkan akun tersebut dan menghapus video yang diposting oleh Maduro.

Pada 30 Desember 2020, Venezuela telah menandatangani kontrak untuk membeli 10 juta dosis vaksin Sputnik V dan akan dapat memproduksi vaksin di negara tersebut di bawah Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved