Breaking News:

Berita Pidie

Jelang Panen Sepekan Lagi, Padi Warga Pidie Tumbang Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

jelang panen, tanaman padi milik warga Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie tumbang akibat hujan deras serta badai angin

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
M Asyek Kaoi mengikat tanaman padi yang telah tumbang di hamparan areal sawah di Gampong Baroh, Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie akibat hujan deras dan angin angin kencang, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Menjelang panen satu pekan kedepan, tanaman padi milik warga Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie tumbang akibat hujan deras serta angin.

M Asyek Kaoy (53) bersama Baharuddin (46) selaku petani di Gampong Baroh Tijue Kemukiman Gampong Lhang, Pidie kepada Serambinews.com, Selasa (30/3/2021) mengatakan, hujan deras diserta angin kencang dalam satu pekan terakhir telah menyebabkan tanaman padi pada hamparan areal produktif milik masyarakat menjadi tumbang.

"Diperkirakan dalam satu pekan atau lebih rata-rata telah memasuki panen.

Namun dikarenakan hujan deras secara berkelanjutan hingga angin kencang maka tanaman padi siap panen saat ini dibeberapa sudah mulai tumbang rata ke bagian genangan air," kata M Asyek Kaoy. 

Baca juga: Ini Tiga Poin Pernyataan Sikap Partai Aceh Untuk Disampaikan Ke Presiden Jokowi

Sebagai langkah upaya penyelamatan aset tanaman padi tersebut, warga atau para petani terpaksa mengikat dengan tali dari daun nyiur kelapa atau pucuk nipah.

Supaya biji padi tidak berkelanjutan terendam dengan genangan air dalam areal persawahan.

Diakui, saat ini, kondisi cuaca lembab dengan intensitas curah hujan yang sangat tinggi para petani semakin was-was.

Khawatir hasil panen tanaman pokok pendukung utama terhadap swasembada pangan tersebut.

Baca juga: TKI Aceh di Malaysia Sakit dan Tinggal di Barak Teman, Tim Haji Uma Bantu Pengobatan dan Pemulangan 

Buat sementara waktu hanya beberapa pemilik padi pada areal sawah untuk padi usia pendek terpaksa dilakukan pemotongan secara manual.

Karena telah rata dengan bagian permukaan tanah serta terrendam dengan genangan air 

"Hal ini dikarenakan panen dengan menggunakan mesin pemotong padi berupa Conbine Herverter tidak memasuki areal persawahan karena menunggu limit waktu satu pekan kedepan dapat dipanen secara serentak," ungkapnya. (*)

Baca juga: Sejarah Indonesia Ekspor Opium, Untuk Gaji Pegawai Pemerintah Hingga Barter Dengan Senjata

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved