Bendungan Karet
Risdam Bendungan Karet Lambaro Terendam Air Bah, Berlumpur dan Bocor
Irwandi mengungkapkan, dirinya sangat sedih ketika melihat Risdam, atau bendungan sementara yang dibuat untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro,
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Ace
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hujan yang melanda Aceh Besar dan Banda Aceh pada Minggu sampai Senin (29/3/2021) telah mengakibatkan Risdam atau bendungan sementara yang telah dibangun pihak PDAM Tirta Daroy, bersama Balai Wilayah Sungai I Sumatera, untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro yang bocor terendam oleh air bah yang datang dengan derasnya dari hulu Sungai, Krueng Aceh, Seulimum, Aceh Besar.
“Karena bendungan risdamnya sudah terendam air bah yang datang dari Hulu Sungai Krueng Aceh dengan debit air yang sangat deras, pekerjaan penambalan bendungan karet yang bocor, sejak hari Senin kemarin, sudah dihentikan,” kata Direktur Tehnik PDAM Tirta Daroy Irwandi kepada Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST, MT, pada saat meninjau lokasi Bendungan Karet, Selasa (30/3/2021) di Lambaro, Aceh Besar.
Irwandi mengungkapkan, dirinya sangat sedih ketika melihat Risdam, atau bendungan sementara yang dibuat untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro, yang berada di dekat dengan intake atau pintu sedot air baku PDAM di samping kiri Sungai Krueng Aceh, Lambaro, terendam air bah, sejak Senin Pagi kemarin, yang datang dari hulu Sungai Krueng Aceh, Selimum, Aceh Besar.
• Kisruh Lahan di Tenggulun Dicurigai Hanya Pertikaian Individu
• Majelis Hakim MS Jantho Vonis Paman Perkosa Keponakan 200 Bulan Penjara, Bebaskan Ayah Kandungnya
• Plt Sekda Aceh Selatan Buka Kegiatan Konsultasi Publik Ranwal RPJMD
Pada hari Minggu, ungkap Irwandi, dirinya masih melihat buruh yang bekerja sebagai penambal bendungan karet sebanyak empat orang, sedang mengeringkan air berlumpur dari kolam Risdam, menggunakan alat berat Lhong Am dan pompa air.
Karet bendungan yang kotor kena lumpur bersama pinggiran penjepit karet bendungan, kata Irwandi dibersihkan para pekerja.
Karet bendungan yang sudah dibersikan dari air lumpur, dinaikkan ke atas dan karet bendungan yang sudah bersih, terlihat ada yang bocor dan koyak ditandai untuk penambalannya.
Ada lima sampai tujuh titik lokasi karet bendungan yang bocor. Ada yang terkoyak sampai 6 meter, kemudian ada hanya bolong puluhan sentimeter, akibat tertusuk benda keras dalam sungai.
Lumpur yang berada dalam bendungan, dikeluarkan dari dalam karet bendungan, supaya pada saat karet bendungan dipasang kembali, dalam bendungan karet sudah tidak ada lumpurnya.
Sampai Minggu sore, pekerjaan masih terus berlangsung. Namun pada Senin pagi, hujan terus melanda Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, membuat debit air sungai Krueng Aceh bertambah banyak dan permukaan air di sungai naik melampui tanggul risdam yang dibangun.
Air bah yang datanag dari hulu sungai masuk ke dalam kolam Risdam, pada Minggu Sore.
Melihat ketinggian terus meningkat dan debit air yang mengalir di sungai sangat deras, para pekerja yang berada dalam kolam naik ke atas tanggul, sebagai tanda pekerjaan pengeringan kolam Risdam untuk penambalan karet bendungan yang bocor, dihentikan.
Irwandi mengatakan tahapan pekerjaan penambalan karet bendungan yang bocor, di stop sementara, sampai air sungai kembali turun dari permukaan tanggul bendungan.
Sampai hari Selasa (30/3) siang, permukaan air sungai masih tinggi, berada di atas tanggul bendungan Risdam. P
ekerjaan penambalan bendungan karet ini, awalnya akan dilakukan bulan januari, tapi karena frekuensi curah hujan pada bulan itu masih tinggi, pekerjaannya ditunda hingga awal Maret.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f990-3.jpg)