Rabu, 15 April 2026

Bendungan Karet

Risdam Bendungan Karet Lambaro Terendam Air Bah, Berlumpur dan Bocor

Irwandi mengungkapkan, dirinya sangat sedih ketika melihat Risdam, atau bendungan sementara yang dibuat untuk memperbaiki bendungan karet Lambaro,

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/PDAM Tirta Daroy
Risdam atau bendungan sementara yang telah dibangun pihak PDAM Tirta Daroy, bersama Balai Wilayah Sungai I Sumatera terendam air bah yang datang dengan dari hulu Sungai, Krueng Aceh, Seulimum, Aceh Besar. 

Pada awal Maret, setelah berkonsultasi dengan pihak BMKG dan menurut perkiraan BMKG, frekuensi hujan, telah menurun.

Pada minggu pertma bekerja sampai minggu keempat, susana pekerjaan terasa Nyman sekali, karena terus panas. Kalau pun ada hujan, hanya sebesar, dan tidak membuat permukaan air sungai naik tinggi.

“Namun, manusia hanya bisa berencana, tapi jika Allah SWT berkehendak, tak ada siapapun yang bisa menghalanginya,” ujar Irwandi.

Pekerjaan penambalan bendungan karet, kata Irwandi, tetap akan dilanjutkan, tapi kapan harus memulainya, sangat tergantung dari penurunan permukaan air sungai.

Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST, MT mengatakan, upaya yang telah dilakukan pihak PDAM Tirta Daroy, bersama pihak BWS I Sumatera dan PDAN Tirta Montala, Aceh Besar untuk memperbaiki karet bendungan yang bocor, guna mempertahankan permukaan air sungai pada musim kemarau tetap tinggi, sudah berjalan maksimal.

Namun, karena tiba-tiba dua hari ada hujan lebat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, membuat muka air sungai Krueng Aceh naik, sampai ke atas bantaran sungai, membuat tanggul bendungan risdam yang sudah dibuat terendam air, terendam air.

Akibatnya pekerjaan di stop, dan untuk memulainya kembali, harus menunggu permukaan air sungai Krueng Aceh turun, di bawah tanggul bendungan Risdam yang sudah dibuat.

Kecuali itu, karena ada beberapa bagian tanggul Risdam yang jebol, untuk melaksanakan pekerjaan penambalan, harus lebih dulu membangun kembali tanggul bendungan risdam yang jebol, akibat diterjang air bah yang datang dari hulu Sungai Krueng Aceh di Seulimum.

Kapan itu dilakukan, sangat tergantung dari penurunan permukaan air sungai.

"Yang jelas pekerjaan penambalan bendungan karet Lambaro ini tetap akan dikerjakan, cuma saja, jadwalnya kembali mundur. Peristiwa ini, sudah kita lapor ke Pak Wali dan beliau, bisa memakluminya,” ujar Jalaluddin.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved