Minggu, 3 Mei 2026

Black Box Pesawat Sriwijaya Air Tertimbun Lumpur 1 Meter, Disedot Kapal Penghisap

Adalah kapal penghisap lumpur berjenis TSHD King Arthur 8 yang memiliki jasa besar dalam penemuan CVR tersebut.

Tayang:
Tribunnews/Irwan Rismawan
Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh tim penyelam TNI di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan. (Tribunnews/Irwan Rismawan) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perjuangan tim SAR gabungan mencari black box bagian Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, akhirnya membuahkan hasil.

Sejak dicari mulai 9 Januari 2021, benda penting itu akhirnya ditemukan1.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI AL Abdul Rasyid mengatakan, CVR pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu ditemukan tertimbun lumpur sedalam 1 meter di dasar laut.

"Bahwa apa yang ditemukan ini (CVR) sudah berada di kedalaman 1 meter di bawah lumpur," kata Rasyid di dermaga JICT, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: DETIK-DETIK Terduga Teroris Terobos Masuk Mabes Polri hingga Baku Tembak

Baca juga: Penyerang Mabes Polri Pura-pura Tanya Kantor Pos, Tinggalkan Surat Wasiat di Grup WA Keluarga

Baca juga: Pemerintah Pusat Akan Dorong Hadirnya Industri Refinery di Aceh, Salah Satunya Pabrik Minyak Goreng

Rasyid mengatakan, dengan kondisi itu sebenarnya sangat sulit menemukan CVR tersebut. Namun berkat kerja keras tim KNKT, akhirnya benda tersebut berhasil ditemukan.

Adalah kapal penghisap lumpur berjenis TSHD King Arthur 8 yang memiliki jasa besar dalam penemuan CVR tersebut. Kapal penghisap lumpur itu biasanya digunakan untuk kegiatan reklamasi.

"Kecil kemungkinan didapatkan manusia. Sehingga muncullah ide untuk menggunakan alat tadi," ujar Rasyid.

CEO PT Acorr Energi Asia, Alex Corry, yang merupakan pemilik Kapal King Arthur 8 menjelaskan, dua pekan sebelum operasi pencarian CVR dihentikan, KNKT menyampaikan ke pihak Sriwijaya Air bahwa mereka membutuhkan kapal penghisap lumpur atau kapal keruk.

"Kapal penghisap lumpur ini mulai bekerja pada Rabu pekan lalu pukul 14.00 WIB. Kami sisir di kordinat 90x90 meter dan kami hisap pasirnya," papar Alex di Dermaga JICT, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Setelah dilakukan penyedotan lumpur berhari-hari, Kapal King Arthur 8 berhasil menemukan CVR di kedalaman 1 meter dari dasar laut pada pukul 20.00 WIB, Selasa (30/2). "Area itu sudah dilewati, namun kan bendanya di bawah lumpur dan pasir laut. Jadi kalau penyelam tidak kelihatan. Mencarinya pasir disedot dulu satu sampai dua meter," paparnya.

"Akhirnya CVR itu dihisap oleh kapal kami, masuk ke saringan kapal. Harusnya operasinya diberhentikan pukul 12.00 hari Rabu ini. Jadi Allah yang Maha Kuasa memberikan bantuan kepada kita semua," sambung Alex.

Ketua KNKT Soerjanto mengatakan, CVR yang merupakan bagian dari black box itu ditemukan pada hari terakhir pencarian.

Baca juga: Ini Penjelasan Kapolri Tentang Wanita Penyerang Mabes Polri, Dari Awal Masuk Hingga Dilumpuhkan

Baca juga: Pria Ini Dicokok Polisi Saat Duduk di Warungnya, Ternyata Terlibat Kasus Sabu Bersama Temannya

Baca juga: Raker MPU Bener Meriah Putuskan 12Poin, Penentuan Awal Ramadhan Sesuai Keputusan Menteri Agama RI

"Sampai kemarin teman-teman sudah bilang 'Pak ini sudah hari terakhir untuk pencarian dengan kapal ini' kita sama-sama doa mudah-mudahan CVR ditemukan. Alhamdulillah tadi malam yang merupakan malam terakhir dalam pencarian lanjutan ini, alhamdulillah kita bisa temukan CVR ini," kata Soerjanto.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, CVR ditemukan pada pukul 20.00 WIB dalam area 90x90 meter tidak jauh dari lokasi penemuan Flight Data Recorder (FDR) yang sudah terlebih dahulu ditemukan pada 12 Januari lalu.

"Kita memang melakukan pencarian dengan sistematis, dan Alhamdulilah semalam pukul 20.00 WIB ditemukan di tempat yang tidak jauh dari penemuan FDR," ujar Budi dalam jumpa pers di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Demi Beli Obat Termahal di Dunia untuk Seorang Bayi, Ban Kapten Cristiano Ronaldo Dilelang

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved