Bincang Kopi
Ikan Depik Danau Laut Tawar Hidup Antara Batu Gamping dan Metamorf
Ikan depik (rasbora tawarensis) yang hidup di Danau Laut Tawar Aceh Tengah merupakan ikan endemik yang hanya di hidup di danau tersebut...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ikan depik (rasbora tawarensis) yang hidup di Danau Laut Tawar Aceh Tengah merupakan ikan endemik yang hanya di hidup di danau tersebut. Keberadaan ikan tersebut bisa dijelaskan secara geologis.
Demikian disampaikan geolog asal Bandung, Prof Fauzie Hasibuan dan menyatakan untuk menjaga kelestarian ikan depik, maka harus dipelihara ekosistem danau tersebut.
“Depik itu hidupnya di antara batu-batu yang membentuk sungai kecil menuju danau. Airnya jernih dan tenang yang disebut dengan didisen,” kata Fauzi Hasibuan dalam “BincangKopi #6 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (3/4/2021).
Ia menyebutkan keberadaan ikan depik bisa dijelaskan secara geologis, dan menyarankan agar pemerintah daerah membuat peraturan untuk menyelamatkan depik dari pola penangkapan yang berlebihan. “Nah apakah sudah ada qanunnya soal ini, saya kira harus dipikirkan. Dulu ikan depiknya besar-besar, tapi sekarang ukurannya kecil-kecil, karena semuanya ditangkap,” katanya.
Danau Laut Tawar terbentuk dari proses horst dan graben, merupakan hasil dari patahan pada kulit bumi yang mengalami depresi dan terletak di antara dua bagian. Bagian yang lebih tinggi disebut dengan horst dan yang rendah disebut graben.
“Danau itu berasal dari susunan bebatuan, bukan dari gunung api atau kawah, tapi dari horst and graben. Itu bukan batuan gunung api tapi metamorf,” ujarnya.
Fauzi juga menyebutkan, bahwa sumber air danau berasal dari sungai-sungai kecil yang mengalir melalui batuan-batuan lunak yang sumbernya berasal dari kawasan Bener Meriah. Sungai-sungai itu disebut dengan istilah “didisen.”
“Belum ada sungai besar yang masuk ke Danau Lut Tawar . Yang ada sungai-sungai kecil, didisen, yaitu sungai bawah tanah. Misalnya didisen di Mendale, Bebuli, itu datangnya dari Bener Meriah, bukan dari sungai yang sekitar danau. Jadi secara geologi kita haruss menjaga asupan dari Bener Meriah mengenai air danau,” ujar Fauzi Hasibuan yang lahir dan besar di Kampung Bale Takengon. Ayahnya, bermarga Hasibuan dan ibunya berasal dari Gayo Aceh Tengah.
Ikan depik, hidup di sungai-sungai bawah batu tadi Ikan Depik. “Depik tidak bisa dipancing, itu secara geologi, karena bagian atas dari danau adalah batu gamping dan dibawahnya batu metamorf, batuan keras. Depik hidupnya di bawah batu gamping,” ujar Prof Fauzi.(*)
Baca juga: Bahas Qanun Pariwisata dan Qanun Adat, DPRK Aceh Tengah Undang Para Pakar
Baca juga: Geolog Bandung: Aceh Tengah Sudah Memenuhi Syarat Diajukan Sebagai Kawasan Gayo Geopark
Baca juga: Dibuat Terkapar oleh Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje Lawan Anak Baru di Ajang UFC
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-prof-fauzi-hasibuan-123.jpg)