Senin, 18 Mei 2026

Sosok Penjual Airgun ke ZA, Ternyata Mantan Teroris yang Pernah Menyerahkan Diri

Dia pernah menyerahkan diri ke polisi pada 2010 setelah diduga terlibat dalam pelatihan teroris di Bukit Jalin, Jantho, Aceh Besar.

Tayang:
Editor: Amirullah
Tangkapan layar Kompas TV
Teroris terkapar di parkiran setelah adu tembak dengan aparat kepolisian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Sosok penjual airgun kepada peneror Mabes Polri, Zakiah Aini alias ZA terungkap.

Ternyata, seorang sosok mantan teroris lah pelakunya.

MK, penjual airgun kepada ZA yang menyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), ternyata merupakan mantan narapidana kasus terorisme.

Dia pernah menyerahkan diri ke polisi pada 2010 setelah diduga terlibat dalam pelatihan teroris di Bukit Jalin, Jantho, Aceh Besar.

Tak butuh waktu lama bagi polisi mengungkap asal usul senjata yang dibawa ZA untuk menyerang Mabes Polri.

"Benar, MK mantan narapidana teroris. Alumni Jalin," kata Yudi Zulfahri yang juga mantan terpidana kasus terorisme untuk kasus yang sama, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: VIDEO VIRAL Pengantin Pria Duduk Dipelaminan Bercelana Pendek, Tangan Patah Tubuh Penuh Luka

Baca juga: Bolehkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan? Begini Penjelasan Hukumnya Menurut Ustad Abdul Somad

Yudhi, kini merupakan Direktur Yayasan Jalin Perdamaian yang bergerak dalam deradikalisasi eks narapidana kasus terorisme, membenarkan MK punya bisnis penjualan airgun.

Menurut Yudhi, bisnis itu berjalan secara resmi dan punya laman daring sehingga bisa dipesan bebas.

Setiap pembeli airgun dari MK, disebut Yudhi, harus memperlihatkan Kartu Tanda Kependudukan (KTP) dan kartu tanda keanggotaan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).

Hanya saja, Yudhi tidak tahu usaha yang dijalankan MK terdaftar di Perbakin atau tidak.

Sebagai sesama mantan terpidana kasus terorisme, Yudhi mengaku masih sering berkomunikasi dengan MK.

Dia pun menilai MK sudah tidak punya pemikiran radikal lagi. Bahkan MK disebut selalu hadir dalam kegiatan deradikalisasi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Baca juga: Istri Terduga Teroris Terlilit Utang, Jokowi Tersentuh dan Tergerak Beri Bantuan

"MK sudah meninggalkan paham radikalisme, Saya tidak yakin MK terlibat dalam jaringan terorisme, karena kami sering berdiskusi. Sudah jauhlah dari kata radikalisme itu," kata Yudhi.

MK sudah ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Kamis (1/4/2021). Kini dia berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono juga membenarkan hal tersebut.

Sebagai informasi, senjata airgun kaliber 45 milimeter yang dibeli ZA dari MK dipakai saat menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pelaku masuk ke area Mabes Polri melalui pintu belakang.

Kemudian berjalan mengarah ke pos penjagaan gerbang utama.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Berbah Sleman, Berikut Fakta Kronologinya

"Yang bersangkutan kemudian menanyakan di mana keberadaan kantor pos," ujar Sigit, saat memberikan keterangan, Rabu malam.

Setelah ditunjukkan arah menuju kantor pos, ZA lantas pergi meninggalkan pos penjagaan.

Namun, ZA kembali dan menyerang polisi di pos jaga.

"Yang bersangkutan menembak sebanyak enam kali. Dua kali ke anggota di dalam pos, dua yang ada di luar, kemudian menembak lagi ke anggota yang ada di belakangnya," ucap Sigit.

"Kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada yang bersangkutan," tutur dia.

Aksi teror ini terjadi tak lama setelah Polri menangkap sejumlah terduga teroris, setelah peristiwa bom bunuh diri di Makassar, pada Minggu (28/3/2021), dikutip dari Kompas.com dengan judul "Penjual Airgun ke ZA, Penyerang Mabes Polri, Ternyata Eks Napi Kasus Terorisme"

Menurut Polri, pelaku bom bunuh diri merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS.

Sementara, penyerang di Mabes Polri diduga merupakan simpatisan ISIS.

Punya Airgun Berbagai Merek

Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menangkap penjual senjata jenis airgun yang digunakan ZA (25), pelaku penyerangan di Mabes Polri, Jakarta beberapa waktu lalu.

Tersangka yakni Muchsin Kamal alias Imam Muda dibekuk di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (1/4/2021).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, yang dikonfirmasi Serambinews.com, siang hari ini membenarkan penangkapan tersebut.

"Iya, ditangkap Kamis di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh," kata Winardy.

Dan pagi tadi, katanya, tersangka langsung diterbangkan ke Jakarta.

"Langsung dibawa ke Jakarta, barang buktinya juga sudah diamankan semuanya ke Mabes," kata Winardy.

Serambinews.com juga sempat menanyakan apakah tersangka ada kaitan dengan pelatihan militer di Jalin, Jantho beberapa waktu lalu?

Winardy menyebutkan, belum mengetahui informasi terkait itu.

"Informasi itu nggak dikasih Densus ke kita.

Informasi yang kita terima dia cuma jual senjata ke ZA aja," katanya.

Winardy menyebutkan, ada 23 pucuk senjata airgun yang diamankan dari tersangka dan langsung diboyong ke Jakarta bersama tersangka.

"Ada BB 23 item, senjata yang kayak dipegang ZA itu, ada 23 pucuk air gun, berbagai macam merk," pungkas Kombes Winardy.

Seperti diketahui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap penjual senjata jenis airgun yang digunakan ZA (25), pelaku penyerangan di Mabes Polri, Jakarta.

Tersangka yakni Muchsin Kamal alias Imam muda ditangkap di Syiah Kuala, Banda Aceh.

"Ya," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono saat dikonfirmasi soal penangkapan tersebut, Sabtu (3/4/2021).

Berdasarkan keterangan, ZA membeli airgun lewat Muchsin Kamal secara daring (online).

Menurut Argo, tersangka Muchsin akan tiba di Jakarta sore ini.

Sebelumnya, Polri mengonfirmasi bahwa jenis senjata yang digunakan ZA saat melakukan aksi teror di Mabes Polri yakni airgun berkaliber 4,5 milimeter.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pelaku masuk ke area Mabes Polri melalui pintu belakang.

Kemudian berjalan mengarah ke pos penjagaan gerbang utama.

"Yang bersangkutan kemudian menanyakan di mana keberadaan kantor pos," ujar Sigit, saat memberikan keterangan, Rabu malam.

Setelah ditunjukkan arah menuju kantor pos, ZA lantas pergi meninggalkan pos penjagaan namun kembali dan menyerang polisi di pos jaga.

"Yang bersangkutan menembak sebanyak enam kali.

Dua kali ke anggota di dalam pos, dua yang ada di luar, kemudian menembak lagi ke anggota yang ada di belakangnya," ucap Sigit seperti dikutip dari serambinews.com dengan judul Penjual Senjata ke ZA yang Dibekuk Densus 88 di Banda Aceh Miliki 23 Pucuk Senjata Airgun.

"Kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada yang bersangkutan," tutur dia.

Aksi teror ini terjadi tak lama setelah Polri menangkap sejumlah terduga teroris, pasca-peristiwa bom bunuh diri di Makassar, pada Minggu (28/3/2021).

Menurut Polri, pelaku bom bunuh diri merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS.

Sementara, pelaku penyerangan di Mabes Polri diduga merupakan simpatisan ISIS.

(Kompas.com/ Kontributor Kompas TV Aceh, Raja Umar)

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Terungkap Sosok Penjual Airgun ke ZA, Ternyata Mantan Teroris yang 11 Tahun Lalu Menyerahkan Diri

Sumber: Tribun Mataram
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved