Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Anggota DPR RI Sorot Eksekusi PN Stabat di Wilayah Aceh Tamiang, Dek Gam: Saya Akan Laporkan ke KY

Kecurigaan adanya kecurangan dalam putusan ini pun akan dilaporkan oleh anggota DPRI itu ke Komisi Yudisial atau KY.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Anggota DPR RI, Nazaruddin Dek Gam. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Polemik putusan eksekusi Pengadilan Negeri atau PN Stabat, Sumatera Utara di wilayah administratif Aceh Tamiang rupanya menarik perhatian anggota DPR RI.

Kecurigaan adanya kecurangan dalam putusan ini pun akan dilaporkan oleh anggota DPRI itu ke Komisi Yudisial atau KY.

Sikap tegas ini disampaikan anggota DPRI RI, Nazaruddin atau Dek Gam setelah mengamati perkembangan tapal batas Aceh Tamiang dengan Sumatera Utara.

Meski belum meninjau langsung objek perkara, Dek Gam melihat ada sejumlah keganjilan yang dinilainya cukup unik.

“Ini menarik, karena kita melihat ada putusan yang perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Dek Gam melalui sambungan telepon kepada Serambinews.com, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Personel Gabungan Razia Rutan Kelas IIB Bener Meriah, Ini Barang-Barang yang Disita

Baca juga: Seminggu Lagi Ramadhan, Berikut Doa Setelah Shalat Tarawih dan Witir, Lengkap dengan Doa Kamilin

Baca juga: Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Puluhan Juta Rupiah, Pemuda Ini Ditangkap Usai DPO Selama 5 Bulan

Salah satu keganjilan tersebut adalah mengenai luas lahan 1.100 hektare, yang dimiliki oleh perorangan atas nama Bukhary (68), warga Jalan Selambo IV, Nomor 14, Medan Amplas.

“Lahan seluas itu tidak boleh dimiliki perorangan, harus dalam bentuk badan usaha. Ini mengapa bisa,” kata Dek Gam.

Politisi yang duduk di Komisi III DPR RI ini pun berniat melaporkan keganjilan ini ke Komisi Yudusial atau KY.

Keterlibatan KY, dijelaskannya, untuk memastikan putusan yang dikeluarkan PN Stabat tidak dipengaruhi campur tangan mafia peradilan.

“Saya akan melaporkan ini ke KY biar tuduhan-tuduhan negatif terjawab,” ujar politisi yang juga Presiden Persiraja tersebut.

Baca juga: Bela Ibu Kandung yang Kabur, Gadis asal Medan Ini Minta Tolong di Medsos, Sebut Mau Dibunuh Ayahnya

Baca juga: Ini Barang Terlarang yang Ditemukan Tim Gabungan saat Razia Lapas Idi

Baca juga: Arab Saudi Bantu Air Bersih Fasilitas Kesehatan di Yaman

Dek Gam juga menyoroti sikap agresivitas pihak Bukhary yang terus melakukan pembersihan di objek perkara.

Padahal tiga sampel koordinat yang diambil di tiga titik objek perkara menunjukkan kawasan itu masih wilayah administratif Pemkab Aceh Tamiang.

“Harus dihentikan, jangan lagi ada pembersihan lahan di sana. Jangan memicu persoalan ini menjadi pertikaian antar-masyarakat,” tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved