Breaking News:

Lifestyle

Mantan Perokok Bicara Mengenai Bahaya Rokok: Hemat Uang dan Organ Tubuh Lebih Sehat

Layanan berhenti merokok tersebut dilakukan oleh Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, (1/3/2021).

Penulis: Firdha Ustin
Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi bahaya asap rokok. 

SERAMBINEWS.COM - Banyak penelitian dan gagasan menyebut bahaya rokok bagi kesehatan.

Bukan hanya penelitian, bahaya rokok juga dirasakan pula oleh mantan perokok, sehingga setelah meninggalkan rokok, bisa menghemat uang dan organ tubuh terasa lebih sehat.

Layanan berhenti merokok tersebut dilakukan oleh Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, (1/3/2021).

Menurut Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS, tayangan di media massa mengenai mantan perokok yang berbicara mengenai bahaya rokok, membuahkan hasil yang signifikan.

Menggugah Emosi, Kampanye Terbukti Berhasil

Kampanye dilakukan Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS menarik perhatian para perokok lain.

Baca juga: Untuk Suami, Asap Rokok Bahaya Membahayakan Keluarga, Bisa Terkena Stroke sampai Kanker Paru-paru

Iklan yang ditayangkan oleh Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS meliputi tips serta penderitaan yang telah dialami mantan perokok.

  • Tonya M (49) menderita gagal jantung pada usia 38. Tonya menjalani operasi jantung terbuka dan memasang pompa jantung yang dioperasikan dengan baterai.
  • Denise H (66) merawat suaminya Brian H (65) menderita penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker paru-paru semuanya disebabkan oleh merokok.
  • Asaad M (25) merawat ibunya, Leah M (52) menderita kanker kolorektal akibat merokok.

Karen Hacker, MD, MPH, direktur CDC's National Pusat Pencegahan Penyakit Kronis dan Promosi Kesehatan, berterima kasih kepada mereka, mantan perokok telah berani membagikan pengalaman mereka.

Sehingga ramai yang berusaha berhenti merokok, agar tidak mengalami sakit serupa seperti orang-orang yang disebutkan di atas.

"Kami sangat berterima kasih kepada mereka yang berani berbagi cerita mengenai pengalaman setelah menjadi perokok aktif dan mengalami berbagai penyakit pada tubuhnya," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved