Breaking News:

Pemerintah Perjuangkan Jalur Rempah Aceh Jadi Warisan Dunia

Geliat Aceh tempoe dulu yang pernah menjadi produsen lada dan sebagai ujung tombak jalur rempah dunia kembali dipersiapkan

SERAMBI FM /ILHAM
Reza Idria, PhD (Asosiasi Tradisi Lisan Aceh), Teuku Ahmad Dadek SH MH (Kepala Bappeda Aceh) menjadi narasumber pada talkshow di Radio Serambi FM 90.2 yang dipandu host Tieya Andalusia, Senin (7/4/2021). 

BANDA ACEH - Geliat Aceh tempoe dulu yang pernah menjadi produsen lada dan sebagai ujung tombak jalur rempah dunia kembali dipersiapkan dan diusulkan menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO pada 2024 mendatang. Berbagai upaya pun terus dilakukan Pemerintah Aceh untuk mewujudkan agar jalur rempah Aceh menjadi warisan dunia.

Berbagai upaya serta langkah yang dilakukan itu, mulai melahirkan kebijakan dalam bidang kebudayaan, yakni mendorong lahirnya qanun tentang kebudayaan yang memuat upaya perlindungan terhadap situs-situs dan nilai kejayaan Aceh tempoe dulu yang berkaitan dengan rempah, seperti bekas kerajaan di Gampong Pande.

Lalu, Pemerintah Aceh juga akan melakukan kajian ilmiah terhadap komoditas rempah, bekas-bekas perkebunan, serta pengaruhnya terhadap kuliner dan obat-obatan dari sudut sejarah yang perlu diterbitkan secara masif.

Kemudian kajian ilmiah terhadap komoditas rempah yang bekerja sama dengan Andaman, India, Malaysia, Singapura dan negara-negara Asia lainnya, melakukan kampanye dan promosi jalur rempah serta menjadikan jalur rempah sebagai tema utama PKA yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2023 mendatang.

"Ini bagian upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh untuk mendukung Pemerintah Indonesia terhadap lahirnya kembali 20 jalur rempah jadi warisan dunia, termasuk dua titik yang ada di Provinsi Aceh, satu titik di Banda Aceh dan satu titiknya lagi di Aceh Utara, yakni Samudera Pase," kata Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek SH, MH yang menjadi narasumber pada talkshow bertema "Jalur Rempah Dunia dan Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat", di Radio Serambi FM, Rabu (7/4/2021).

Dalam talkshow itu turut hadir Reza Idria PhD dari Asosiasi Tradisi Lisan Aceh. Program ini dipandu host Tieya Andalusia dan disiarkan langsung melalui live streaming serambifm.com, facebook, dan Radio Serambi FM.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved