Breaking News:

Berita Banda Aceh

MPU: Shalat Tarawih Tetap Seperti Biasa, Bagaimana Zakat dan Infaq? Simak Ulasan Ini

Ada delapan putusan yang ditetapkan dalam taushiyah tersebut tanpa menyebut tata laksana shalat tarawih selama pandemi Covid-19.

Dok. Serambinews
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali 

Ada delapan putusan yang ditetapkan dalam taushiyah tersebut tanpa menyebut tata laksana shalat tarawih selama pandemi Covid-19.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan taushiyah tentang kegiatan keagamaan dalam rangka bulan suci Ramadhan 1442 hijriah.

Ada delapan putusan yang ditetapkan dalam taushiyah tersebut tanpa menyebut tata laksana shalat tarawih selama pandemi Covid-19.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali yang ditanya Serambinews.com, Sabtu (10/4/2021) mengatakan bahwa tata laksana shalat tarawih seperti yang berlaku saat ini.

Yaitu shalat berjamaah di masjid atau mushala bagi daerah yang terkendali dari penularan wabah Covid-19. "Shalat tarawih seperti biasa," katanya.

Baca juga: 24 Siswa SMAIT Al Uswah Diwisuda, Penghafal Alquran Dua hingga Delapan Juz

Baca juga: PB Pena Silaturrahmi dan Latihan Bersama Menutup Latihan Jelang Ramadhan 1442 H

Baca juga: Mekar dari Aceh Timur Tahun 2002, Aceh Tamiang Peringati HUT Ke-19, Sekate Sepakat untuk Maju

Sebelumnya, MPU Aceh sudah pernah mengeluarkan taushiyah berkenaan dengan tata cara pelaksanaan ibadah bulan Ramadhan dan kegiatan keagamaan lainnya di tengah pandemi Covid-19.

Tausiyah Nomor 5 Tahun 2020 tertanggal 21 April 2020 itu untuk menjawab kegelisahan masyarakat tentang pelaksanaan ibadah tarawih di tengah wabah Covid-19.

"Diminta kepada setiap komponen masyarakat yang berdomisili di kawasan yang kondisi penularan wabah penyakit Covid-19 masih terkendali, maka pelaksanaan ibadah shalat fardhu, tarawih, witir dan shalat hari raya (shalat ‘Id) dapat dilaksanakan di masjid dan meunasah dengan membatasi waktu pelaksanaannya," bunyi salah satu poin Tausiah.

Sementara bagi daerah yang tidak terkendali atau kawasan yang berstatus zona merah, diminta agar tidak menyelenggarakan semua aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak.

Terkait dengan penetapan status daerah aman atau tidak, jelas Tgk Faisal menjadi kewenangan Pemerintah Aceh.

"Diminta kepada pemerintah untuk menetapkan status kawasan penularan pandemi Covid-19 sesuai dengan tingkat dan klasifikasi daruratnya (terkendali atau tidak terkendali)," bunyi poin lain.

Sedangkan terkait pelaksanaan ibadah lain seperti menunaikan zakat, infaq dan shadaqah tetap dilaksanakan sebagaimana biasa, guna optimalisasi kepedulian dan perhatian terhadap duafa/fakir miskin yang berdampak penularan wabah penyakit Covid-19.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved