Breaking News:

Berita Subulussalam

Selain Mercon, Polres Subulussalam Juga Bakal Razia Balap Liar Subuh Ramadhan

Polres Subulussalam berusaha memberikan kenyamanan kepada umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan 1442 hijriah

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kepolisian resor (Polres) Subulussalam berusaha secara maksimal memberikan kenyamanan kepada umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan 1442 hijriah yang sebentar lagi akan tiba.

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK kepada Serambinews.com, Sabtu (10/4/2021) terkait persiapan kepolisian menyambut bulan suci Ramadhan mengaku sudah mengeluarkan sprint (Surat Perintah Tugas--Red)  tim ‘Polisi Ramadhan’.

Menurut Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono, sprint tersebut meliputi penempatan personel kepolisian di masjid-masjid baik di kota maupun kecamatan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Tim kepolisian yang akan menjaga masjid, tempat pedagang takjil dan lokasi ngabuburit selama Ramadan.

Baca juga: Hindari Penularan Covid-19, MPU Aceh Larang Kegiatan Buka Puasa Bersama

Selain itu pengamanan juga dilakukan terhadap fasilitas rumah ibadah atau masjid yang ada di kota maupun kecamatan.

Dalam hal ini, kepolisian yang ditugaskan menjaga masjid bervarasi antara tiga hingga tujuh personel tergantung situasi lapangan.

Penjagaan dilaksanakan untuk pengamanan ibadah tarawih. Pengamanan lain dilakukan untuk kelancaran lalu lintas yang biasa padat jelang berbuka puasa.

“Kami dari kepolisian berusaha memberikan pelayanan keamanan maksimal kepada masyarakat agar nyaman melaksanakan ibadah selama bulan ramadhan,” ujar Kapolres AKBP Qori Wicaksono.

Baca juga: Perdagangan Digital Terus Tumbuh, Airlangga Optimis Indonesia Mampu Memanfaatkan Peluang Ini

Ditambahkan, saat meugang atau sehari menjelang puasa kepolisian juga melaksanakan pengamanan di pasar dan tempat keramaian.

Pengamanan juga di tempat rekreasi, lokasi pemandian dan sungai.”Karena tradisi masyarakat di Subulussalam biasanya mandi-mandi sebelum memasuki ramadhan,” terang AKBP Qor Wicaksono

Terakhir disampaikan, pembentukan tim polisi ramadhan ini merupakan upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menekan angka kriminalitas di bulan Ramadan.

Kecuali itu, polisi juga akan rutin melakukan patroli termasuk merazia aksi balapan liar anak-anak remaja saat sehabis sahur atau asmara subuh.

“Personel sudah kami sprint-kan di lokasi-lokasi rawan tersebut, patroli rutin kami laksanakan. Personel yang kami turunkan dua pertiga kekuatan polres, secara bergantian,” terang AKBP Qori Wicaksono.

Di sisi lain, pihak Kepolisian Kota Subulussalam memperingatkan warga untuk tidak berjualan mercon atau petasan dan sejenisnya saat bulan puasa nanti.

“Polisi akan melakukan tindakan tegas dengan razia jika para pedagang tetap  memperjualbelikan petasan karena mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beribadah,” ujar AKBP Qori Wicaksono SIK.

Baca juga: 12 Pasien Terdampak Gas Beracun Masih Dirawat di Aceh Timur, Begini Kondisinya

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono menjelaskan pihaknya melarang penjualan mercon atau petasan karena dapat mengganggu umat muslim beribadah puasa.

Dikatakan, larangan tersebut berlaku untuk semua pihak, baik pengguna maupun pedagang petasan.

Dia menuturkan, nantinya polisi akan gencar merazia petasan dalam operasi dan patroli yang digelar selama bulan ramadhan.

Polisi, kata AKBP Qori Wicaksono akan menindak tegas pedagang yang nekat menjual petasan. Karenanya, AKBP Qori mengingatkan semua pihak untuk mematuhi larangan penjualan petasan ini.

Kecuali itu, AKBP Qori Wicaksono juga menyatakan pihaknya akan menggelar razia terhadap penyakit masyarakat (pekat).

Orang nomor satu di lingkungan kepolisian Kota Subulussalam ini mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Soal petasan ini, sebelumnya disinggung tokoh agama di Kota Subulussalam dua pekan menjelang Ramadhan 1442 hijriah lalu.

Tokoh agama ini mengingatkan agar tidak ada gangguan suara petasan atau mercon selama bulan puasa mendatang.

Dia adalah Ustaz Drs M Ya’kub KS MM, saat menjadi khatib shalat, Jumat (2/4/2021) di Masjid Agung Subulussalam, Kota Subulussalam.

Menurut Ustaz Ya’kub, ramadhan merupakan salah satu bulan suci yang sangat diagungkan umat muslim dan dimuliakan namun acapkali dicekcoki dengan tindakan kurang terpuji seperti suara petasan atau mercon.

Selama ini, kata Ustaz Ya’kub bulan ramadhan, identik dengan bunyi petasan setiap malam yamg dimainkan oleh anak-anak selepas berbuka.

Baca juga: Peringatkan Agar Pedagang tak Jual Petasan Saat Ramadhan, Kapolres Subulussalam: Akan Dirazia!

Kondisi ini dinilai mengganggu kekhusukan umat muslim dalam melaksanakan ibadah bulan ramadhan.

Untuk itu, Ustaz M Ya’kub berharap agar semua pihak dapat mengawasi, mengintrol aksi petasan selama bulan Ramadhan mendatang.

Diakui, jual beli petasan menjadi salah satu usaha menghasilkan rupiah karena barang itu laris manis selama bulan puasa.

Hanya saja, suara petasan sangat mengganggu kekhusukan umat muslim dalam menjalankan ibadah selama bulan puasa.

“Satu sisi jual beli petasan menghasilkan uang bagi pedagang tapi perlu dipikirkan bagaimana dampaknya, mengganggu kekhusukan umat dalam melaksanakan ibadah selama bulan puasa,” ujar Ustaz Ya’kub

Baca juga: Harga Daging Meugang di Aceh Selatan, Ini Sebab Harga Jual Mahal Menurut Pedagang

Lantaran itu, Ustaz Ya’kub berharap agar para pedagang tidak lagi memperjualbelikan petasan selama bulan puasa karena sangat mengganggu orang lain disamping juga membahayakan.

Di sisi lain, masyarakat juga meminta aparat keamanan baik pihak kepolisian maupun Satpol PP Kota Subulussalam diminta untuk mengawasi penggunaan petasan atau mercon.

Sebab, selama ini setiap memasuki bulan puasa penjualan petasan di Subulussalam dilaporkan mulai marak sehingga meresahkan masyarakat setempat.

Akibat maraknya suara petasan bukan hanya menganggu aktivitas umat dalam beribadah tapi tak jarang membahayakan masyarakat luas. (*)

Baca juga: KISAH Hidup Istri Pensiunan Polisi, Dulu Berkecukupan, Kini Jadi Pemulung setelah Suami Wafat

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved