Breaking News:

Bincang Kopi

Dyah Erti Idawati: Motif Gayo Berkembang Luas, Perlu Diketahui Makna dan Filosofinya

Ketua Dekranasda Provinsi Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT menyatakan, masyarakat di Aceh maupun  Aceh sangat meminati motif-motif Gayo...

For Serambinews.com
Ketua Dekranasda Provinsi Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dekranasda Provinsi Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT menyatakan, masyarakat di Aceh maupun  Aceh sangat meminati motif-motif Gayo, dinilai unik dan indah. Dalam setiap pertemuan dan  pameran, selalu yang mendapat perhatian adalah motif-motif Gayo. Tapi tidak banyak yang mengetahui makna, filosofi dan sejarah motif-motif Gayo tersebut.

Hal itu disampaikan Dyah dalam acara “BincangKopi #7 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (10/4/2021) malam. Menghadirkan narasumber utama Dr Joni MN MPd BI, dari Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah. Penanggap dalam dialog tersebut Ketua Dekranasda Aceh Tengah Puan Ratna, Sekretaris Dekranasda Bener Meriah Muthma innah ST, dan perwakilan Dekranasda Gayo Lues.

Dya Erti Idawati menyarankan agar pengetahuan mengenai sejarah, makna, dan filosofi motif Gayo bisa dikembangkan luaskan, termasuk  dalam bentuk muatan lokal yang diajarkan ke sekolah-sekolah.

“Itu penting untuk menjaga motif Gayo tetap terjaga dengan baik,” ujar Dyah.

“BincangKopi #7 Musara Gayo” yang mengangkat topi motif kerawang Gayo, menurut Dyah memberi pengetahuan luas terhadap sejarah dan makna dan filosofi motif-motif tersebut.

“Saya mendapat banyak pengetahuan malam ini, bahwa ada yang disebut pola hias untuk adat dan budaya. Yang adat digunakan oleh para pemangku-pemangku adat dikenakan dalam peristiwa-peristiwa adat. Sedangkan yang bersifat budaya, berisi pengembangan, termasuk dalam fashion dan sebagainya,” ujar Dyah.

Ia mendukung langkah  pelestarian motif motif Gayo tersebut diajarkan di bangku sekolah. “Tapi nanti kita diskusikan lebih dalam lagi, di tingkat pendidikan mana sepantasnya kerawang gayo ini diajarkan,” ujarnya.

Sebaliknya ia juga mengingatkan bahwa motif-motif Gayo terus mengalami perkembangan dan sudah menjadi bagian dari fashion masyarakat umum.

“Kalau dulu yang mengenakan pakaian motif etnik belum umum. Tapi sekarang, sudah berkembang demikian luas dengan ragam modifikasinya, baik model maupun warna,” ujar Dyah.

Ia menyebutkan seni motif Gayo ini telah menjadi sumber ekonomi bagi para pengrajin dan ia menyerukan agar seluruh daerah membeli produk-produk lokal, sehingga ekonomi berjalan lancar.

“Jangan sampai membeli dari pengrajin luar daerah, itu uangnya akan lari ke luar daerah. Tapi belilah yang dihasilkan pengrajin setempat, meskipun mahal sedikit, tidak masalah,” Dyah mengingatkan,

“Usaha pengembangan motif Gayo dalam bentuk pakaian, tas, dompet dan kain, akan mampu memberi dampak ekonomi kepada pengrajin. Ini sesuai dengan visi misi kita bahwa untuk mensejahterakan para pengrajin,” ujar Dyah Erti Idawati.(*)

Baca juga: Mahasiswa Papua di Lhokseumawe Gelar Mubes, Tersa Jayaran Terpilih Jadi Ketua Umum Himapal 2021-2023

Baca juga: Sosok Ratu Elizabeth II, Jadi Penguasa Kerajaan Inggris Terlama dalam Sejarah

Baca juga: Pemandu Lagu Dirudapaksa dan Dianiaya Lima Pengunjung Karaoke, Korban Dibekap dan Dipegangi

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved