Senin, 8 Juni 2026

‘Ibu Jangan Susah, Saya Aman’

Yusnidar (47) tak bisa menyembunyikan kecemasan dan kesedihannya. Dua anaknya, Husaini (29) dan Ramadani (27) termasuk dalam daftar 32 nelayan Idi

Tayang:
Editor: hasyim
FOTO DOK PPN IDI
Sebanyak 32 nelayan Idi, Aceh Timur, ditangkap militer Thailand pada Jumat (9/4/2021) padgi di sekitar perairan Teluk Benggala. Dua orang di antaranya berhasil melarikan diri dengan boat jalur dan Minggu (11/4/2021) telah tiba dengan selamat di Kuala Idi. 

* 32 Nelayan Ditangkap Militer Thailand

* Dua Orang Melarikan Diri Gunakan Boat

IDI - Yusnidar (47) tak bisa menyembunyikan kecemasan dan kesedihannya. Dua anaknya, Husaini (29) dan Ramadani (27) termasuk dalam daftar 32 nelayan Idi, Aceh Timur, yang ditangkap militer Thailand pada Jumat (9/4/2021) pagi, di sekitar perairan Teluk Benggala.

Sebenarnya, ada tiga anak Yusnidar yang menjadi ABK dalam Kapal Motor (KM) Rizki Laot yang ditangkap tersebut. Satu lagi, Faizal (17). Beruntung Faizal berhasil melarikan diri dari kapal bersama dengan seorang temannya Rahman. Mereka selamat dan telah kembali ke Kuala Idi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

"Mereka berhasil melarikan diri menggunakan boat jalur saat aparat keamanan angkatan laut Thailand merapat (menangkap) boat mereka," ungkap Yusnidar kepada Serambi, (11/4/2021).

Minggu sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB, Yusnidar sempat berkomunikasi video call WhatsApp dengan Ramadani yang ditangkap militer Thailand. Yusnidar pun menangis tersedu-sedu, hingga Ramadani berusaha menenangkan hati ibunya.

“Ibu jangan susah dan panik. Saya aman, ibu jaga diri baik-baik agar tidak sakit,” kata Yusnidar mengutip ucapannya anaknya. Komunikasi tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Yusnidar merasa saat itu anaknya seperti berada di dalam mobil.

                                                                                                Sudah berniat pulang

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Yusnidar, sebenarnya pada Jumat kemarin, KM Rizki Laot yang membawa ketiga anaknya sudah berniat untuk pulang. “Tetapi sebelum bergerak pulang, mereka kembali melabuh pukat,” imbuhnya.

Saat penarikan pukat itulah, sekitar pukul 07.15 WIB, tiba-tiba militer angkatan laut Thailand merapat dan menangkap para ABK beserta kapal. "Tidak ada ditembak," ucap Yusnidar.

Sementara anaknya, Faizal dan seorang temannya Rahman, saat itu sedang berada di boat jalur. Begitu melihat kedatangan militer Thailand, keduanya langsung melarikan diri menggunakan boat tersebut.

“Mereka melarikan diri menggunakan boat jalur, tiba di Banda Aceh pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, dan tiba di Idi Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB,” cerita Yusnidar.

Di akhir wawancara dengan Serambi, Yusnidar berharap Pemerintah bisa sesegera mungkin membebaskan anak-anaknya dan para nelayan lainnya. “Cucu-cucu saya masih kecil, butuh kasih sayang ayahnya," imbuh Yusnidar.

                                                                                                Lewati batas negara

Kabar penangkapan terhadap 34 nelayan Idi juga disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman SPi MSi, melalui Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Idi, Ermansyah, kepada Serambi, Minggu (11/4/2021).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved