Senin, 27 April 2026

Seleksi Timnas

Jadi Tuan Rumah Seleksi Timnas, Iwan Setiawan: PSSI Aceh Ukir Sejarah

Dalam seleksi timnas seleksi itu, Iwan Setiawan bersama pelatih PPLP Aceh, Saiful Imran dan Samani juga berperan.

Editor: Imran Thayib
Serambinews.com/Hendri
Ratusan pemain Aceh mengikuti seleksi timnas U-16 dan U-19 di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (10/4/2021). 

Markus Horison mengatakan, seleksi calon pemain timnas usia muda tersebut digelar 16 tempat di seluruh Indonesia.

Selain di Aceh, seleksi juga dilaksanakan di Riau, Kalimantan, dan juga Maluku.

"Untuk pemain dipilih, tidak ada pembatasan kuota. Seperti di Aceh, kalau ada 60 pemain yang terpilih, mereka akan diikutsertakan ke seleksi tingkat nasional," kata Markus Horison.

Untuk seleksi tingkat nasional, kata Markus Horison, akan dipilih 30 pemain yang selanjutnya menjadi pemain yang merupakan kerangka timnas. Jadi, seleksi pemain untuk timnas U-16 ini berlangsung ketat.

Baca juga: FK-Unaya Serahkan 48 Dokter Muda ke RSUD Meuraxa Banda Aceh

Baca juga: PBNU Bolehkan Shalat Tarawih di Masjid Asal Taat Protokol Kesehatan

Baca juga: Perseteruan Memanas, McGregor Beri Jawaban Menyebalkan Saat Ditagih Uang Donasi oleh Dustin Poirier

Baca juga: Umumnya Warga Meulaboh Mulai Laksanakan Shalat Tarawih, Sebagian Masih Ragu

"Khusus pemain U-16 ini dipersiapkan untuk timnas pada kejuaraan Piala AFF, Agustus mendatang di Indonesia serta Piala Dunia. Sedangkan U-19 untuk Piala Dunia dan Piala Asia,” kata Markus.

Seleksi ini juga diikuti oleh puluhan pemain dari Sumatera Utara (Sumut).

Ketua PSSI Aceh, Nazir Adam mengapresiasi PSSI Pusat mempercayakan Aceh sebagai tempat seleksi calon pemain timnas.

Seleksi calon pemain timnas ini merupakan yang pertama di Aceh.

"Seleksi di Aceh ini atas permintaan kami. Awalnya, seleksi dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat. Setelah melihat jumlah pemain dari Aceh yang hendak mengikuti seleksi lebih dari 100 orang, maka kami minta kepada PSSI Pusat agar seleksi di Aceh. Dan PSSI meresponnya," kata Nazir Adam.

Nazir mengatakan, pihaknya meminta PSSI kabupaten/kota dan klub anggota Asprov PSSI Aceh mengirim maksimal lima pemain terbaik.

Pengiriman peserta seleksi disertai rekomendasi klub dan PSSI kabupaten/kota.

"Dalam seleksi ini, tidak ada pemain tanpa rekomendasi. Semua harus dengan rekomendasi PSSI kabupaten/kota. Kami menyerahkan sepenuhnya proses seleksi dari tim pelatih PSSI Pusat," ungkapnya.

Nazir menyebutkan, keputusan meminta tuan rumah agar pemain Aceh tidak mengalami kesulitan saat berangkat ke Padang.

Di mana mereka harus memiliki dana untuk tiket pulang-pergi, penginapan, dan konsumsi selama di Padang.

Dan tak kalah penting, pemain juga harus menyediakan dana untuk menjalani rapid antigen ketika naik pesawat terbang.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved