Breaking News:

Internasional

Iran Mengakui Pembangkit Nuklirnya Terkena Ledakan

Pemerntah Iran mengakui ledakan telah menonaktifkan sentrifugal pengayaan uranium di pabrik nuklir andalannya Natanz.

Editor: M Nur Pakar
AP
Situs Nuklir Natanz Iran 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran mengakui ledakan telah menonaktifkan sentrifugal pengayaan uranium di pabrik nuklir andalannya Natanz.

Para pejabat di Teheran awalnya mengklaim pemadaman listrik telah mengganggu kegiatan di Natanz, pusat program nuklir Iran.

Dilansir AFP, Selasa (13/4/2021), diketahui agen mata-mata Israel Mossad telah melakukan serangan dunia maya di pabrik tersebut.

Serangan itu terjadi di tengah upaya diplomatik oleh Iran dan AS untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan negara-negara besar.

Setelah mantan Presiden AS Donald Trump meninggalkannya tiga tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi.

Baca juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Komandan Milisi, Kepala Polisi dan Kepala Pengawal Revolusi Iran

"Israel ingin membalas dendam karena kemajuan kami dalam cara mencabut sanksi," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

“Kami tidak akan jatuh ke dalam perangkap mereka,' tegasnya.

:Kami tidak akan membiarkan tindakan sabotase ini mempengaruhi pembicaraan nuklir, tapi kami akan membalas dendam," ujarnya.

Israel dan sekutu AS di Teluk sangat menentang pemulihan kesepakatan saat ini.

Baca juga: Menhan AS Kunjungi Israel, Ternyata Ingin Redakan Ketegangan dengan Iran

Tetapi, tidak juga membahas program rudal balistik Iran dan campur tangan regionalnya melalui milisi proksi di Irak, Yaman dan di tempat lain.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan setelah pembicaraan dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin:

"Saya tidak akan pernah membiarkan Iran memperoleh kemampuan nuklir untuk melakukan tujuan genosidalnya untuk melenyapkan Israel."

"Israel akan terus mempertahankan diri terhadap agresi dan terorisme Iran.”

Baca juga: Fasilitas Nuklir Natanz Diserang, Agen Mossad Disebut Terlibat, Iran: Aksi Terorisme Nuklir

Serangan hari Minggu di Natanz terjadi sehari setelah Iran memulai sentrifugal pengayaan uranium canggih, yang dilarang berdasarkan kesepakatan nuklir.

"Pakar nuklir kami sedang menilai kerusakan tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa Iran akan mengganti sentrifugal yang rusak di Natanz dengan yang canggih," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved