Rabu, 22 April 2026

Internasional

Pangeran Hamzah Tidak Akan Diadili, Ditangani Keluarga Kerajaan Jordania

Pangeran Hamzah tidak akan diadili dengan tuduhan rencana kudeta, karena sudah ditangani keluarga kerajaan.

Editor: M Nur Pakar
AFP PHOTO/KHALIL MAZRAAWI
Pangeran Hamzah bin Hussein 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Pangeran Hamzah tidak akan diadili dengan tuduhan rencana kudeta, karena sudah ditangani keluarga kerajaan.

Perdana Menteri Jordania Bisher Al-Khasawneh juga membantah telah terjadi kudeta.

Mantan Putra Mahkota Hamzah bin Hussein tidak akan menghadapi tuntutan, lansir kantor berita Petra, Selasa (13/4/2021).

Anggota parlemen, Saleh Al-Armouti, Mohammad Al-Alaqma dan Omar Ayasrah kepada Roya News mengatakan perdana menteri menegaskan tidak ada kudeta.

Mereka yang terlibat ditangkap dengan pengecualian Pangeran Hamzah, yang akan ditangani dalam kerangka keluarga kerajaan.

Baca juga: Jordania Tuduh Pangeran Hamza Berhubungan dengan Asing, Rencanakan Guncang Negara

Pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Jordania Ayman Safadi mengatakan Pangeran Hamzah telah berhubungan dengan pihak asing atas rencana mengguncang negara.

Telah dipantau selama beberapa waktu.

Pihak berwenang menyadap komunikasi antara Pangeran Hamzah dan pihak asing mengenai waktu langkah-langkah untuk merusak keamanan Jordania, kata Safadi pada konferensi pers.

Bukti menunjukkan Pangeran Hamzah telah berkomunikasi dengan entitas luar, yang disebut oposisi Jordania.

Telah merekam dua video dalam bahasa Arab dan Inggris dalam upaya menghasut, tambah Safadi.

Dia juga mengatakan istri Pangeran Hamza juga telah melakukan kontak dengan perwakilan negara asing untuk mengamankan pelarian.

Baca juga: Dunia Arab dan Internasional Dukung Raja Jordania, Sejumlah Tokoh Senior Ditangkap

Dia menambahkan intelijen Jordania telah mencegat komunikasi tertentu pada apa yang dia sebut jam nol.

Dia menambahkan jelas mereka telah beralih dari desain dan perencanaan menjadi tindakan.

Dia mengatakan sekitar 14-16 orang ditahan selain pejabat senior yang penangkapannya telah diumumkan.

Baca juga: Raja Salman Pimpin Rapat Mingguan Dewan Menteri, Bahas Jordania, Irak Sampai Pandemi Virus Corona

Safadi membenarkan upaya keamanan untuk menggagalkan sepenuhnya dilakukan oleh Jordania dan semua aktivitas yang mencurigakan kini berada di bawah kendali penuh.

Petugas keamanan telah meminta mereka yang terlibat dalam plot untuk dirujuk ke pengadilan keamanan negara, katanya.(*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved