Breaking News:

Internasional

AS Minta Lebanon Segera Bentuk Pemerintahan Baru, Jutaan Orang Jatuh Miskin

Pejabat senior AS pada Rabu (14/4/2021) meminta politisi Lebanon untuk segera membentuk pemerntahan baru.

AFP/Mahmoud ZAYYAT
Tentara hanya memperhatikan demonstran membakar ban untuk memblokir jalan di kota selatan Lebanon, Sidon (Saida), Senin (8/3/2021). 

SERAMBINEWS.COM BEIRUT - Pejabat senior Amerika Serikat pada Rabu (14/4/2021) meminta politisi Lebanon untuk segera membentuk pemerntahan baru.

Sikap yang ingin memperebutkan jatah dalam pemerintahan baru harus segera diakhiri.

Apalagi, kebuntuan telah terjadi selama berbulan-bulan, saat jutaan orang menanggung kesulitan ekonomi yang meningkat.

David Hale, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk urusan politik, mengatakan Amerika dan komunitas internasional siap membantu.

"Tetapi kami tidak dapat melakukan apapun yang berarti tanpa mitra Lebanon," tambahnya.

Baca juga: Mesir Siap Lakukan Apapun Akhiri Krisis Politik dan Ekonomi Lebanon

Hale berbicara dalam kunjungan dua hari ke Lebanon di tengah kebuntuan politik selama berbulan-bulan dan keretakan berbahaya antara presiden dan calon perdana menteri.

Perpecahan telah mencegah pembentukan Kabinet baru yang bertugas menghentikan keruntuhan ekonomi negara yang cepat.

Pemerintah yang mundur mengundurkan diri Agustus lalu, menyusul ledakan besar di pelabuhan Beirut yang menewaskan 211 orang, melukai lebih dari 6.000 dan merusak seluruh lingkungan di ibu kota.

Ledakan itu mempercepat penurunan ekonomi dan keuangan negara itu, yang dimulai pada akhir 2019.

Baca juga: Mahasiswa Lebanon di Luar Negeri Sangat Terpukul, Terancam Dikeluarkan dari Perguruan Tinggi

Telah muncul sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas Lebanon sejak perang saudara selama 15 tahun yang berakhir pada 1990.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved