Breaking News:

Berita Bisnis

Harga Emas Murni Kembali Bergerak Naik, Kini Tembus Rp 2,8 Juta/Mayam

Harga emas murni di Kabupaten Aceh Selatan saat ini dilaporkan naik menjadi Rp 2.800.000/mayam.

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Suasana di Toko Emas Amin Setia I, Jalan Merdeka, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Harga emas murni di Kabupaten Aceh Selatan saat ini dilaporkan naik menjadi Rp 2.800.000/mayam.

Harga ini naik dari sebelumnya pada kisaran Rp 2.780.000/mayam. Harga tersebut sudah termasuk ongkos buat.

Ali, Pemilik Toko Amin Setia, di Jalan Merdeka, Tapaktuan kepada wartawan Rabu, (14/4/2021), membenarkan harga emas saat ini kembali naik dari harga beberapa hari lalu.

"Iya harga emas sudah naik lagi sejak beberapa minggu kemarin," kata Ali.

Lanjut Ali, dalam masyarakat, mayam merupakan takaran emas yang berlaku di Aceh.

Baca juga: Miris! Sekeluarga Jadi Bandar Sabu, dari Ibu, Istri, Menantu, hingga Mertua, Suami & Ibu Tertangkap

Baca juga: Mantap! Polres Galus Bagi-bagi Takjil Gratis Setiap Sore Selama Puasa Ramadhan, Ini Lokasinya

Baca juga: Maratun Wakili Aceh ke Pemilihan Miss Teen Star Indonesia 2021, Ini Profilnya

Jika dikonversikan dengan gram maka satu mayam diperkirakan bernilai sekitar 3,33 gram.

Sementara untuk harga yang dibelinya dari masyarakat, beber Ali, tidak bisa ditentukan lantaran dia membeli tergantung kondisi emas.

“Kalau masyarakat menjual emas, kita melihat kondisi emas kalau lecet tentu ada potongan harganya,” sebut Ali.

Ali mengungkapkan, daya beli emas beberapa waktu belakangan ini tergolong rendah.

Sebab, masyarakat pembeli hanya orang tertentu saja, misalnya untuk acara resepsi pernikahan.

Baca juga: Sadis! Usai Dicekik hingga Meninggal, Cucu Sempat Pasangkan Mukena ke Jasad Neneknya sebelum Kabur

Baca juga: VIDEO Warga Aceh Timur Terdampak Gas Beracun Mengungsi di Kantor Camat dan Keluhkan Kurang MCK

Baca juga: VIDEO Buka Jasa Bangunkan Sahur Sebulan Penuh, Pria Magelang Ini Jadi Viral

"Dalam keadaan ini, banyak juga masyarakat menjual untuk kebutuhan ekonomi dalam bulan puasa," pungkasnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved