Berita Banda Aceh
KJRI Songkhla Dampingi 32 Nelayan Aceh, Semua Dalam Keadaan Sehat, 2 Nelayan Kabur Saat di Laut
Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek kepada awak media, Rabu (15/4/2021).
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Mereka lari setelah KM Rizki Laot disergap, kira-kira jaraknya jalo (perahu) dengan boat sekitar 30 meter, mereka potong tali yang mengikat jalo ke boat, lalu melarikan diri,” cerita Miftah.
Kedua nelayan itu dengan menggunakan perahu mesin terus mengarah ke perairan Aceh. Kemudian di tengah pelariannya, keduanya bertemu boat dari Lampulo. Akhirnya mereka kembali ke Banda Aceh sehari setelahnya.
Saat ini dua nelayan yang berhasil kabur tersebut sudah kembali ke kampung halamannya di Idi.
Ini identitas mereka
Seperti diberitakan sebelumnya, nelayan Aceh Ditangkap oleh otoritas Thailand di Perairan Teluk Benggala, Jumat (9/4/2021)
Untuk kesekian kalinya, nelayan Aceh ditangkap otoritas asing karena melewati batas negara lain.
Kali mereka memasuki wilayah Thailand.
Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek, mengatakan para nelayan yang ditangkap itu berasal dari Idi, Aceh Timur.
Kemudian para anak buah kapal (ABK), yakni Ridwan Daud, Dian, Murdani, Nasruddin, Safrizal, Irwandi, Junaidi, Husaini, Ismail, Aris, Nurdin, Faisal, Abdul Rahman, Muliadi, Sayuti, Abdul Anzit, Zainal Abidin, Junaidi.
Selanjutnya Abdul Halim, Munir, Hidayatullah, Zulkifli, Darkasyi, Maulana, Joni Iskandar, Boihaki, Muhammad, Jamian, Rusli, Raju Umar, Budi Setiawan, Maulidin dan Ramadhani.
Miftah Cut Adek mengatakan Panglima Laot Aceh sekarang sedang menghubungi Panglima Laot Lhok Idie Rayeuk dan pemilik kapal/ toke bangku untuk mendapatkan informasi lebih jelas.
Selanjutnya akan menindak lanjutinya dan mencari cara agar mereka bisa dibebaskan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wakil-sekjen-panglima-laot-aceh-miftah-cut-adek-bicara-nelayan-ditangkap.jpg)