Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banda Aceh

KJRI Songkhla Dampingi 32 Nelayan Aceh, Semua Dalam Keadaan Sehat, 2 Nelayan Kabur Saat di Laut

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek kepada awak media, Rabu (15/4/2021).

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek kepada awak media, Rabu (15/4/2021).

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Indonesia di Songkhla, Thailand sudah mengunjungi 32 nelayan Aceh yang ditahan otoritas negera tersebut pada, Jumat (9/4/2021).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek kepada awak media, Rabu (15/4/2021).

Kata Miftah Cut Adek, berdasarkan informasi pihak KJRI Songkhla, saat ini semua nelayan Aceh itu dalam sehat.

Pihak otoritas setempat akan terus memantau kesehatan para nelayan tersebut.

Selain memantau kesehatan, pihak KJRI juga memberikan bantuan logistik, kebutuhan dasar, hingga memberikan pendampingan kepada nelayan yang ditahan tersebut.

Kata Miftah, saat ini di Thailand sedang berlangsung libur panjang dalam rangka tahun baru Thailand, serta masih berlakunya darurat Covid-19.

Baca juga: Aceh Kring Kring Sediakan Menu Berbuka dan Sahur Khas Aceh di Jakarta

Baca juga: Prabowo Rekrut 100 Body Guard Terlatih untuk Kawal Dirinya, Digembleng Kopassus di Jawa Barat

Baca juga: Daftar Tunggu CJH Pidie Capai 30 Tahun, Saat Ini 12.604 Orang, 16 CJH Gagal Berangkat 2020 Meninggal

“Sesuai laporan KJRI Songkhla, WNI nelayan asal Aceh itu dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat,” ujar Miftah, meneruskan informasi dari KJRI.

“KJRI Songkhla telah mengantisipasi dengan memberikan pendampingan, bantuan logisitik, dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan bagi 32 nelayan tersebut.

Mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang Tahun Baru Thailand dan masih berlakunya darurat Covid-19,” tulis Miftah dalam pesannya.

Ia menjelaskan, 32 nelayan asal Idi, Aceh Timur itu ditangkap oleh militer Thailand pada, Jumat (9/4/2021) sekitar pukul 06.00 waktu setempat di perairan Andaman, ke arah utara Sabang.

Sebenarnya ada 34 nelayan yang ikut mencari ikan bersama boat KM Rizki Laot. Tapi saat penangkapan itu, mereka semua sedang melempar pukat.

Sedangkan dua nelayan naik ke perahu kecil untuk menahan ikan agar tidak keluar. Saat pihak militer Thailand mendekat, kedua nelayan langsung melarikan diri, sedangkan 32 yang di boat tidak bisa kabur lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved