Breaking News:

Berita Aceh Timur

Antisipasi Pelemparan Bus, Polres Aceh Timur Tingkatkan Patroli

Polres Aceh Timur meningkatkan patroli malam menyusul ditangkapnya tiga pelaku pelemparan bus JRG oleh Jajaran Polsek Birem Bayeun, Polres Langsa.

Dok Polres Aceh Timur.
Jajaran Polres Aceh Timur, meningkatkan patroli malam dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur, untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana kriminalitas, termasuk aksi pelemparan bus dalam bulan Ramadhan. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Polres Aceh Timur, juga meningkatkan Patroli Malam dalam wilayah hukum Polres tersebut, menyusul ditangkapnya tiga pelaku pelemparan bus JRG oleh Jajaran Polsek Birem Bayeun, Polres Langsa, Jumat (16/4/2021) jelang sahur.

Akibat pelemparan tersebut, bus lintas provinsi ini mengalami pecah kaca samping, dan bodi lecet akibat terkena batu. Namun tidak ada koban jiwa.  

"Alhamdulillah sejak tahun 2020 sampai saat ini dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur, belum ada kasus pelemparan bus maupun angkutan umum," ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, kepada Serambinews.com, Minggu (18/4/2021).

Kapolres mengatakan dalam rangka mengantisipasi terjadinya, tindak pidana kriminalitas, penyelundupan narkoba, dan barang terlarang, termasuk kenakalan remaja, serta pemeriksaan kelengkapan hak milik kendaraan pihaknya rutin melaksanakan patroli secara selektif prioritas.

Selektif prioritas artinya, jelas Kapolres, yaitu patroli yang dilaksanakan pada jam-jam tertentu di daerah yang rawan terjadi kriminalitas dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur seperti aksi pelemparan bus.

Ada beberapa daerah rawan di Aceh Timur, baik sepanjang jalan wilayah Kecamatan Peureulak, wilayah Julok, Simpang Ulim, hingga Kecamatan Madat yang berbatasan dengan Aceh Utara.

Baca juga: Sebanyak 6 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Ini Peruntukannya

Baca juga: Kanada Catat Kasus Pembekuan Darah Kedua Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca

Baca juga: Ular Kobra Sepanjang 1,5 Meter Menyelinap ke Rumah Mantan Keuchik Jantang

Baca juga: Cina Rencana Campurkan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Supaya Lebih Manjur

Daerah rawan terjadinya aksi kriminalitas, dan pelemparan bus, ungkap Kapolres, yaitu titik-titik yang minim penerangan lampu jalan baik itu wilayah timur dan barat Aceh Timur.

Karena kadang-kadang, ungkap Kapolres, pelaku kejahatan saat melakukan kejahatannya memanfaatkan daerah yang minim penerangan lampu jalan sehingga sulit dideteksi oleh pengemudi.

Karena itu, ungkap Kapolres, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat mengevaluasi daerah-daerah yang rawan penerangan lampu jalan selain untuk mencegah kriminalitas juga dapat mengurangi angka kecelakaan.

Himbauan kepada berbagai pihak agar menghindari pelanggaran, termasuk Kamtibmas juga terus dilakukan oleh jajaran Kapolsek melalui Babinkamtibmas, Kasat Binmas, Kasat Sabhara, dan Sat Lantas, melalui berbagai kegiatan patroli terutama di bulan Ramadhan ini.

"Kita tetap melakukan patroli secara selektif prioritas dengan melihat potensi kerawanan sehingga kegiatan tepat sasaran dan meraih hasil yang maksimal," ungkap Kapolres.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Aceh Selatan Rp 1.600-Rp 1.650/Kg

Baca juga: Cedera pada Otot Fleksor, Cristiano Ronaldo Absen Lawan Atalanta

Baca juga: Intip Cara Putri Kebudayaan Nusantara Aceh 2021 Menjaga Kebugaran Selama Ramadhan 1442 Hijriah Ini

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, menegaskan pihaknya tetap akan menindak tegas pelaku tindak pidana kriminalitas, termasuk pelaku pelemparan bus.

"Apabila ada kejadian, kita akan lihat motif dan pelanggarannnya, kalau pelemparan artinya itu merusak sehingga menyebabkan barang orang lain rusak, maka akan kita terapkan pasal pengrusakan. Begitu juga apabila pengrusakan yang menimbulkan korban juga akan kita tindak tegas," ungkap Kapolres.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved