Berita Abdya
Berbuka Puasa Menu Kuah Beulagong Gratis di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya
Sejak hari pertama Ramadhan 1442 H, di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya disediakan menu berbuka secara gratis, termasuk makan sahur.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Para musafir atau warga muslim dalam perjalanan jauh selama bulan Ramadhan 1442 H/2021 H, bisa singgah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk berbuka puasa di Masjid Agung Baitul Ghafur.
Masjid milik Pemkab Abdya ini berdiri megah dan indah pada lintasan dari Kota Blangpidie menuju Guhang-Cot, Manee, Kecamatan Jeumpa, arah ke Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat.
Masjid yang diresmikan Bupati Akmal Ibrahim pada sejak lebih satu tahun lalu, berada di Gampong Seunaloh, hanya 150 meter dari kepala jembatan rangka baja Krueng Beukah, aliran sungai yang membelah wilayah Kecamatan Blangpidie.
Sejak hari pertama Ramadhan 1442 H/2021 M, di Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG) Abdya, disediakan menu berbuka secara gratis, termasuk Makan Sahur.
Menu berbuka disediakan bagi para musafir yang melintasi kawasan Kabupaten Abdya, dan masyarakat setempat yang berbuka puasa di masjid tersebut.
Penganan berbuka yang disediakan bukan saja takjil atau snack (minuman dari air tebu dan kue-kue).
Melainkan juga makanan nasi yang dikemas dalam kotak dengan menu khusus kuah beulagong, masakan khas Aceh.
Baca juga: Sofyan Helmi Ajak Masyarakat Jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Intropeksi Diri
Baca juga: Sepmor Remaja Balapan Liar Ditahan Polisi, Ini Syarat Mengambilnya
Baca juga: Warga Lhokseumawe yang Meninggal Akibat Covid-19 Bertambah Jadi 18 Orang
Menu berbuka ini diperuntukkan bagi para musafir dan masyarakat yang berbuka puasa di MABG.
Menu kuah beulagong dengan bahan daging kambing, itik, ayam dan ikan segar dimasak langsung di kompleks masjid yang berdiri di atas areal 2,4 hektare (ha).
Jelang berbuka, menu makanan dihidangkan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) bersama Ramaja Mesjid setempat.
Menu berbuka dihidangkan di atas permukaan lantai batu granit di halaman depan masjid yang terhampar luas.
Sebelum berbuka di halaman masjid, pengunjung menikmati pemandangan air mancur yang mampu memancarkan beragam warna.
“Jika cuaca kurang mendukung (hujan), maka menu berbuka kita hidangkan di Aula Majid Agung Baitul Ghafur, yaitu di lantai dasar masjid,” kata Ketua Badan Kemakmuran Masjid Agung Baitul Ghafur, Salman Alfarisi ST kepada Serambinews.com, Minggu (18/4/2021).
Baca juga: Cedera pada Otot Fleksor, Cristiano Ronaldo Absen Lawan Atalanta
Baca juga: Live Streaming MotoGP Portugal 2021 Malam Ini di Trans7, The Baby Alien Akan Tampil Lebih Santai
Baca juga: Petasan Meledak Saat Shalat Tarawih, 1 Orang Tewas dan Seorang Luka Bakar
Menu berbuka yang tersedia secara gratis, tidak kurang 200 paket nasi yang dikemas dalam kotak setiap hari. Paket nasi ini disediakan Pemkab Abdya melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah setempat.
Sedangkan takjil yang tersedia antara 200 sampai 250 paket, berupa air tebu dan kue-kue (snack). Ratusan paket takjir ini merupakan sedekah pribadi dari Akmal Ibrahim.
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH, juga Ketua Dewan Penasehat Masjid Agung Baitul Ghafur kepada Serambinews.com, menjelaskan, Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) setempat juga berpartipasi menyediakan menu masakan kuah beulagong.
Bukan saja SKPK, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab, dan Akmal Ibrahim juga menyediakan kuah beulagoeng sebagai menu berbuka para musafir dan masyarakat yang berbuka di Masjid Agung Baitul Ghafur.
Amatan Serambinews.com, setiap hari, dua sampai tiga kancah kuah beulagong dimasak oleh ahli masakan tersebut.
Bupati Akmal Ibrahim, Wakil Bupati Muslizar MT, Sekda Thamrin dan beberpa pejabat juga bergabung muka puasa di MABG Abdya dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes).
Masjid Agung Baitul Ghafur diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Akmal Ibrahim pada 11 Februari 2020 lalu.
Berdiri di atas lahan seluar 2,4 hektare, terletak di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie. Konstruksi bangunannya yang monumental menjadikan Masjid Agung Baitul Ghafur sebagai kebanggaan masyarakat Kabupaten Abdya.
Baca juga: Masuk Islam dan Menikah dengan Pria Aceh, Ini Kisah Tiphaine Tentang Perjalanan Spiritualnya
Baca juga: Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastro yang Meninggal Dunia Ini, Bukan Orang Sembarangan
Baca juga: Banyak Belajar Setelah Jadi Mualaf, Tiphaine Petik Kalimat Tentang Islam dari Khabib Nurmagomedov
Masjid Agung ini dikelola Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dipimpin, Salman Alfarisi. Imam tergabung dalam Dewan Imam, beranggotakan 16 orang dengan Imam Besar, Tgk Muhammad Dahlan.
Keberadaan masjid dengan ukuran bangunan 60 x 80 meter itu semakin menjadi pilihan jamaah untuk menunaikan shalat fardhu secara berjamaah.
Masjid yang berdiri tidak jauh dari aliran sungai Krueng Beukah ini juga mulai berkembang menjadi salah satu tujuan destinati wisata religi di Abdya.
Daya tarik Masjid Agung Baitul Ghafur, selain konstruksi bangunannya yang bengitu megah dan indah, ditambah keindahan air mancur yang berada di halaman yang terhampar luas menjadi daya terik tersendiri.
Memasuki hari keenam Ramadhan (Minggu), Masjid Agung Baitul Ghafur menjadi sasaran kunjungan warga jelang berbuka. Di sini, pengunjung dimanjakan keindahan air mancur warna-warni, disamping menikmati keindahan bangunan masjid.
Pengunjung datang dari berbagai pelosok tumpah ruah di Masjid Agung Baitul Ghafur menikmati keindahan air mancur, sambil menunggu jadwal berbuka di masjid, dilanjutkan shalat magrib.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mabg.jpg)