Breaking News:

Kupi Beungoh

Mahasiswa Thailand Belajar ke Aceh, Saatnya Mengembalikan Pusat Studi Islam di Serambi Mekkah

Anak-anak Melayu serantau berlomba-lomba pergi ke Aceh untuk mendapatkan ilmu keagamaan dari sumber utamanya di Asia Tenggara.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Deni Satria, mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Serambi Mekkah. 

Oleh: Deni Satria*)

DADA saya bergetar saat membaca tulisan Hasan Basri M. Nur, mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) di Rubrik Kupi Beungoh serambinews.com, edisi Rabu (14 April 2021) bertajuk “Mr Nasrudin Muelee, Mahasiswa Ganteng Asal Thailand yang Jatuh Hati pada Aceh”.

Betapa tidak, dalam tulisan itu betapa anak-anak dari Thailand rela merantau sangat jauh ke Bumi Serambi Mekkah untuk melanjutkan pendidikan.

Terlintas dalam benak saya, beginilah suasana Aceh pada masa kesultanan Aceh Darussalam tempo dulu.

Anak-anak Melayu serantau berlomba-lomba pergi ke Aceh untuk mendapatkan ilmu keagamaan dari sumber utamanya di Asia Tenggara.

Sebagaimana disebutkan dalam lintasan sejarah, agama Islam yang menyebar di dunia Melayu, termasuk di semenajung Malaysia dan Thailand Selatan berasal dari Kerajaan Samudera Pasai yang terletak di ujung utara Pulau Sumatra.

Hal itu dibuktikan dengan persamaan mazhab keagamaan dan kebudayaan pada kerajaan-kerajaan Melayu.

Bahkan, dalam buku Hikayat Patani dan Sejarah Kerajaaan Melayu Patani disebutkan, Samudera Pasai merupakan sumber kerohanian Patani.

Prof Azyumardi Azra bukunya “Jaringan Ulama” mengungkapkan bahwa Aceh merupakan pusat peradaban Islam tertua di Asia Tenggara dan hal itu dapat dibuktikan secara akademis dari hasil penelitian studi doctoralnya.

Menurut Azyumardi, beberapa bukti sejarahnya adalah adanya kesultanan Aceh, naskah kuno, benda-benda peninggalan sejarah dan lahirnya ulama-ulama besar dari Aceh.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved