Breaking News:

Serambi Pendidikan

Mahasiswa Universitas Pertamina Juara Riset Karena Kerap Magang Industri

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2021, konsumsi BBM nasional diperkirakan mencapai 75,27 juta kilo liter (kL).

For Serambinews.com
Kunjungan Lapangan Mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina ke Pusat Panas Bumi di Wilayah Kamojang 

Mahasiswa Universitas Pertamina Juara Riset Karena Kerap Magang Industri

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA,-  Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan industri di Indonesia setiap tahunnya, membuat kebutuhan terhadap bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2021, konsumsi BBM nasional diperkirakan mencapai 75,27 juta kilo liter (kL).

Dewan Energi Nasional dalam Outlook Energi Indonesia pada tahun 2016, memprediksikan kebutuhan energi Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 238,8 juta ton setara minyak (Tonne of Oil Equivalent/TOE) dengan skenario Business as Usual (BaU). Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 682,3 juta TOE pada tahun 2050 mendatang, dengan asumsi rata-rata pertumbuhan kebutuhan energi pada periode 2015-2050 di angka 4,9% per tahun.

Baca juga: Ustaz Zacky Mirza Nyaris Tersungkur Sebelum Pingsan saat Ceramah di Pekanbaru Riau

Baca juga: Korban Kereta Api Tergelincir di Mesir Bertambah, 11 Orang Tewas

Untuk mencukupi kebutuhan ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari alternatif sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu EBT paling potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah energi yang berasal dari panas bumi (geothermal).

Badan Geologi mencatat, pada Desember 2019 potensi energi geothermal di Indonesia mencapai 23,9 Gigawatt (GW).

Namun, potensi ini baru dimanfaatkan sebesar 8,9%. Padahal, sebaran sumber energi geothermal di Indonesia hampir merata. Ditemukan lebih dari 300 titik potensi geothermal dari Sabang sampai Merauke.

Kunjungan Lapangan Mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina ke Pusat Panas Bumi di Wilayah Kamojang
Kunjungan Lapangan Mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina ke Pusat Panas Bumi di Wilayah Kamojang (For Serambinews.com)

Sebagai kampus yang memfokuskan diri pada pengembangan bisnis dan teknologi energi, Universitas Pertamina menjawab tantangan energi dengan menghadirkan mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya industri energi. Para Mahasiswa di Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi misalnya, mendapatkan mata kuliah terkait pengembangan energi geothermal.

Mata kuliah ini mengantarkan para mahasiswa untuk menyabet juara 1 di ajang Oil and Gas Intellectual Parade (OGIP) yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Yogyakarta, dalam kategori Geothermal Study Case Competition.

Tim yang menamai diri mereka LATERAL, mengajukan gagasan untuk pengembangan lapangan geothermal dengan mekanisme tiga sumur eksplorasi dan empat sumur deliniasi menggunakan drilling jenis slim-hole. Dies Valley, ketua tim, dalam wawancara daring, Minggu (18/4), mengatakan bahwa dalam tahap pengembangan ke depan, lapangan eksplorasi tersebut dapat memiliki 21 sumur produksi dan tujuh sumur injeksi.

Halaman
123
Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved