Breaking News:

Kasus Korupsi

MaTA: Korupsi Dana KIP Agara, Tidak Hanya Berdiri Pada Dua Terdakwa

Kasus ini seharusnya tidak berdiri pada dua terdakwa saja, akan tetapi patut diduga mantan Komisioner KIP-nya ikut terlibat.

For Serambinews.com
Koordinator MaTa, Alfian.    

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) telah melakukan penelusuran terhadap kasus korupsi dana Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara tahun 2017 sebesar Rp 27,9 miliar, kasusnya tidak berdiri pada dua terdakwa akan tetapi patut diduga mantan Komisioner KIP nya ikut terlibat.

Kasus ini awalnya sempat terjadi demo karena dua bulan gaji petugas PPS tidak dibayarkan sehingga laporan di Kepolisian persoalan gaji ribuan petugas PPS  tak dibayarkan KIP Aceh Tenggara.

"Kasus jadi pertanyaan kita, kenapa di P21 kan, karena tak mungkin dua tersangka dan pasti ada tersangka lain. Kasus ini harus fokus penanganannya soal 2 bulan gaji petugas PPS tidak dibayarkan. Kasus ini apakah masalah gaji 2 bulan PPS tidak dibayarkan atau penyalahgunaan dana KIP. Jangan- sampai perkaranya jadi salah alamat, " ujar Alfian, Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), dalam rilisnya Senin (19/4/2021).

Proses diawal lidiknya tidak tuntas dan ini menjadi perhatian kami, kemudian muncul pertanyaan kita, apakah mantan komisioner KIP tidak mengetahui sama sekali terhadap uang yang telah dicairkan oleh Kuasa pengguna anggaran (KPA) sehingga "komisioner aman" publik sama sekali tidak menyakini akan proses tersebut.

Kata Alfian, penting bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara dan diback up Kejati Aceh untuk mendalaminya secara serius dengan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK ) terhadap aliran dana KIP, sehingga dalam kasus yang dimaksud tidak ada yang pelaku "diselamatkan" karena korupsi kejahatan luar biasa maka pengungkapannya juga harus luar biasa demi rasa keadilan.

Kemudian, lanjut Alfian, pihak hakim pengadilan tipikor dimintak secara tegas untuk mau mengembangkan kasus tersebut terutama kemungkinan ada pelaku lain selain dua terdakwa saat ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Langsa Terus Bertambah Menjadi 25 Orang, Meninggal Dunia Sudah 19 Orang 

Baca juga: VIDEO - Hukum Sengaja Tidak Puasa di Bulan Ramadhan, Ulama Aceh: 330 Qadha Puasa Tak Sebanding

Baca juga: Dahlan Sentil Penanganan Covid Hingga Proyek Multiyears

Pendalaman terhadap para saksi menjadi penting dipersidangan sehingga pengungkapan secara utuh dapat terjadi secara transparan.

Majelis hakim bisa mengembangkan terhadap uang yang telah dikembelikan sesuai dengan kerugian dari mana terdakwa dapatkan, kami tidak yakin uang tersebut berasal dari dua terdakwa saja, bisa terkumpul karna uangnya banyak.

Potensi uang yang telah dikembalikan berasal dari pihak lain yang telah menikmati sebelumnya sangat terbuka dan ini menjadi pintu masuk bagi kejaksaan dan hakim untuk membukanya dengan melibatkan PPATK.

Halaman
12
Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved