Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Model Cantik Yaman Ancam Mogok Makan di Penjara Milisi Houthi

Model cantik Yaman yang diculik, Entesar Al-Hammadi, mengancam akan melakukan Mogok Makan di penjara milisi Houthi.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Media Sosial
Model Cantik Yaman Entesar Al-Hammadi 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Model cantik Yaman yang diculik, Entesar Al-Hammadi, mengancam akan melakukan Mogok Makan di penjara milisi Houthi.

Hal itu akan dilakukannya, jika Houthi menolak membebaskannya atau mengizinkan jaksa penuntut lokal untuk menanyainya, kata pengacara model itu kepada Arab News, Minggu (18/4/2021).

Khaled Mohammed Al-Kamal mengatakan Pusat Penjara yang dikendalikan Houthi, tempat model itu ditahan sejak 20 Februari, menolak permintaan membebaskan model tersebut ke pengadilan untuk penyelidikan.

“Klien saya mengancam akan melakukan mogok makan jika dia tidak dibebaskan," katanya.

Dia juga mengeluh tentang pelecehan oleh penculiknya, tambahnya.

Al-Kamal menambahkan petugas penjara tidak memberikan alasan yang meyakinkan untuk tidak memindahkan model tersebut ke pengadilan.

Baca juga: Korban Selamat Pengungsi Ethopia di Yaman, Menceritakan Kembali Kengerian Jadi Tahanan Milisi Houthi

“Penjara telah menolak tiga tuntutan untuk memindahkan klien saya ke pengadilan," tambahnya.

"Saya yakin mereka menolak membebaskannya karena banyaknya liputan media tentang kasus tersebut, ”kata pengacara itu.

Model dan aktris berusia 20 tahun itu sedang dalam perjalanan ke lokasi syuting ketika sebuah pos pemeriksaan Houthi menghentikan kendaraannya dan menculiknya bersama dua temannya.

“Tidak ada tuntutan jelas yang diajukan terhadap klien saya,” katanya.

Penculikan tersebut telah memicu kemarahan di media sosial ketika para aktivis memperbarui tuntutan untuk menunjuk Houthi sebagai organisasi teroris atas kejahatan mereka terhadap orang Yaman.

The Mothers of Abductees Association, sebuah organisasi payung untuk ribuan kerabat perempuan tahanan perang, mengutuk keras penculikan tersebut.

Dikatakan, miisi Houthi mencegah kerabat model dan pengacara untuk mengunjunginya.

Baca juga: Milisi Houthi Akan Menuntut Model Cantik Yaman, Dituduh Sebagai Wanita Pembangkang

Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut menuntut komunitas internasional dan kelompok-kelompok hak untuk menekan Houthi agar berhenti melecehkan wanita dan membebaskan semua korban penculikan.

"Kelompok Houthi bertanggung jawab penuh atas kehidupan Entesar dan semua wanita yang diculik di penjara," kata organisasi itu.

Beberapa tahanan telah melancarkan mogok makan di Sanaa yang dikuasai Houthi untuk memaksa Houthi membebaskan mereka.

Mereka mengeluhkan perlakuan petugas penjara dan penolakan penculik untuk membebaskan mereka, kata dua kelompok kanan.

SAM, organisasi untuk hak dan kebebasan, dan Asosiasi Ibu Penculikan mengatakan beberapa tahanan yang diculik oleh Houthi pada 2015, dipindahkan dari penjara militer ke lokasi yang tidak diketahui.

Setelah mereka melakukan mogok makan dan mereka memperingatkan penculiknya mungkin akan menyiksa mereka untuk memaksa mereka mengakhiri pemogokan.

Organisasi tersebut mengatakan bahwa Houthi masih menahan ratusan orang di dalam sel kecil, tidak sehat dan penuh sesak di penjara militer di Sanaa.

Baca juga: Milisi Houthi Culik Model Cantik Yaman, Kemarahan Langsung Muncul di Dalam dan Luar Negeri

Pada Maret 2021, ratusan migran Afrika terbunuh atau terluka.

Ketika Houthi menyebabkan kebakaran di dalam pusat penahanan mereka yang penuh sesak di Sanaa dalam upaya untuk menekan kerusuhan.

Milisi Houthi menggunakan kekerasan untuk membubarkan protes oleh orang-orang yang selamat dari kebakaran yang menuntut keadilan dan kompensasi.

Kemudian mendeportasi mereka ke daerah yang dikuasai pemerintah di Aden, Yaman Selatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved