Breaking News:

Berita Pidie

Buntut Demo Cleaning Service, Sekda akan Minta APIP Audit RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli

"Sebelum dilakukan penyelidikan dan penyidikan pada instansi pemerintah, maka APIP lebih dahulu melakukan audit. Sebab, penanganan dugaan korupsi...

SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Petugas cleaning service saat menggelar pertemuan dengan Sekda Pidie, Idhami, di oprom bupati setempat, Senin (19/4/2021). 

"Sebelum dilakukan penyelidikan dan penyidikan pada instansi pemerintah, maka APIP lebih dahulu melakukan audit. Sebab, penanganan dugaan korupsi pada instansi pemerintah tetap berpedoman pada keputusan bersama (Mendagri, Jaksa Agung dan Kepolisian)," jelas Sekda Pidie, H Idhami, kepada Serambinews.com, Selasa (20/4/2021).

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Buntut dari aksi demo dilancarkan cleaning service atau petugas kebersihan ke Kantor Bupati Pidie, Senin (19/4/2021).

Saat ini, Sekda Pidie, H Idhami MSi, akan meminta aparat pengawasan internal pemerintah (APIP), guna mengaudit pendapatan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

"Sebelum dilakukan penyelidikan dan penyidikan pada instansi pemerintah, maka APIP lebih dahulu melakukan audit. Sebab, penanganan dugaan korupsi pada instansi pemerintah tetap berpedoman pada keputusan bersama (Mendagri, Jaksa Agung dan Kepolisian)," jelas Sekda Pidie, H Idhami, kepada Serambinews.com, Selasa (20/4/2021).

Untuk itu, kata Sekda, dirinya akan meminta APIP untuk melakukan investigasi dan audit pada pendapatan dari jasa pelayanan medis dan APBK di RSUD Sigli. 

Di sisi lain, sebutnya, hasil pertemuan dengan petugas cleaning service akan ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan manajemen RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli

Sebab, masalah ini tidak boleh didengar satu pihak, melainkan harus dua belah pihak.

Baca juga: Pasangan Selingkuh Digerebek Warga, Menyelinap ke Kost dan Ngaku 2 Kali Berhubungan Jelang Imsak

"Untuk upah jerih jatah cleaning service yang masih ada sisa belum dibayar, maka Pemkab pasti akan membayar lunas," jelasnya.

Mengenai upah jerih itu dibayar dengan APBK, kata Idhami, memang Pemkab menunda pembayaran sementara karena DAU terkena refocussing Rp 30 miliar. 

Pun demikian, sebutnya, upah jerih cleaning service dan petugas kebersihan tidak dipotong, hanya keterlambatan akibat penyesuaian anggaran setelah refocussing. 

"Makanya kemarin kita minta ditunda, karena kita harus melakukan penyesuaian anggaran setelah refucussing," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk keinginan cleaning service bisa bekerja kembali di rumah sakit pemerintah itu, dirinya tetap ingin memperjuangkannya. (*)

Baca juga: VIDEO Maling Motor Kepergok dan Ditangkap oleh Warga, Kaki Diikat lalu Diseret dan Dipukuli

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved