Breaking News:

Berita Banda Aceh

Becak Patroli Sampah Hadir di Gampong dalam Kota Banda Aceh, TPS Liar Berkurang Drastis

Dampaknya, saat ini tempat pembuangan sampah atau TPS liar di pemukiman warga menurun drastis.

Diskominfo Banda Aceh
Salah becak patroli sampah milik gampong di Banda Aceh 

Dampaknya, saat ini tempat pembuangan sampah atau TPS liar di pemukiman warga menurun drastis.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemko Banda Aceh sejak 2018 telah menyalurkan becak sampah untuk setiap gampong, guna mengangkut sampah rumah tangga milik warga.

Dampaknya, saat ini tempat pembuangan sampah atau TPS liar di pemukiman warga menurun drastis.

Oleh karena itu lingkungan pemukiman terlihat lebih bersih dan tertata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (Kadis DLHK3) Banda Aceh, Hamdani SH, kemarin mengatakan, becak patroli sampah gampong terbukti dapat mencegah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang ada di gampong-gampong.

“Merujuk pada Renstra 2017-2022 DLHK3 Banda Aceh, maka pengurangan TPS liar di Kota Banda Aceh pada tahun 2020 sebesar 66%,” ungkapnya.

Baca juga: Dua Penjual Chip Domino Jadi Tersangka di Nagan Raya, Uang Jutaan Diamankan

Baca juga: Sekjen Kemendagri: Kualitas Pelayanan Publik yang Prima Harus Dirasakan Semua Kalangan Masyarakat

Baca juga: Kapal Selam Indonesia Hilang Saat Latihan Torpedo, Ini Spesifikasi Kapal Dijuluki Monster Bawah Laut

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota Banda Aceh telah berhasil menutup TPS liar sebanyak 111 titik (79,3%).

Sebelumnya, pada akhir tahun 2018, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyerahkan 90 unit becak patroli sampah ke 90 gampong di 9 kecamatan yang ada di kota Banda Aceh.

Kebijakan ini, kata Hamdani,  menjadi salah satu strategi pemerintah setempat untuk mewujudkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 dalam meningkatkan penanganan sampah.

Dari hasil survei yang telah dilakukan oleh tim survei DLHK3 Banda Aceh, pada 2019, terdapat 61 gampong (67,8 %).

Kemudian pada 2020 terjadi peningkatan dimana 72 gampong (80%) sudah menggunakan becak patroli untuk mengangkut sampah di gampong masing-masing, sedangkan 18 gampong (20%) masih belum mengoperasikannya.

Hamdani berharap dengan adanya hasil survei ini dapat memaksimalkan penggunaan becak patroli sebagaimana fungsinya. Serta dengan adanya kehadiran becak patroli sampah di 90 gampong ini, dapat membantu DLHK3 untuk mencapai nol TPS liar pada tahun 2022 nanti.

“Diharapkan bagi gampong yang mengangkut sampah dari rumah ke rumah agar kiranya dapat berkoordinasi dengan DLHK3 dalam pemungutan retribusi sampah sesuai dengan qanun No. 5 Tahun 2017 tentang retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved