Breaking News:

Polisi Temukan Unsur Pidana, Kilang Balongan Diduga Terbakar karena Kealpaan

Hasilnya, penyidik menemukan adanya tindak pidana dalam kasus kebakaran yang terjadi pada 29 Maret lalu itu.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Kebakaran kilang minyak milik Pertamina RU VI di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Tangki di kilang minyak milik Pertamina ini terbakar pada Senin, pukul 00.45 WIB. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap kasus kebakaran di kilang minyak PT Pertamina RU VI, Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Hasilnya, penyidik menemukan adanya tindak pidana dalam kasus kebakaran pada 29 Maret lalu itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, penyidik telah menaikkan status penanganan perkara kebakaran tangki minyak Pertamina RU VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, ke tahap penyidikan.

"Pada tanggal 16 April kemarin dilakukan gelar perkara terhadap peristiwa tersebut. Kesimpulan gelar perkara adalah telah ditemukan adanya tindak pidana," kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Menurut Rusdi, penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu polisi juga telah memeriksa bukti-bukti yang ditemukan dari TKP di laboratorium.

Baca juga: Gudang Pertamina EP Field Rantau Terbakar, Petugas Butuh Waktu 3,5 Jam Padamkan Kobaran Api

Baca juga: Bupati Rocky Minta Medco, PT Pertamina & BPMA Turunkan Tim Teknis Identifikasi Penyebab Gas Beracun

Baca juga: Kapal Tabrakan di Perairan Balongan Indramayu, 17 ABK Kapal Nelayan Masih Hilang

Rusdi mengatakan pelanggaran pidana yang diduga terjadi ialah Pasal 188 KUHP. Adapun bunyi pasal tersebut yaitu: 'Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati'.

"Perkara tersebut dinaikkan pada tahap penyidikan. Karena penyidik menilai melihat berdasarkan fakta bukti yang ada adanya kesalahan kealpaan sehingga timbulkan kebakaran atau ledakan Pasal 188 KUHP," kata Rusdi.

Sebelumnya, Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan tim Bareskrim telah mulai menyelidiki sejak 3 hari lalu. Sejauh ini sudah 52 orang saksi diperiksa.

"Masih itu ya (52 saksi). Jadi itu terkait masih dalam tahap penyelidikan. Jadi pemeriksaan sebagai interview lah. Jadi belum ada ini," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021).

Sebagai informasi, empat tangki Kilang Pertamina Balongan terbakar pada Senin (29/3) dini hari.

Halaman
12
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved