Breaking News:

Berita Aceh Timur

Empat Desa di Aceh Timur tak Bisa Turun ke Sawah Karena tak Ada Traktor, 45 Hektar Lahan Terlantar

"Dulu traktor dipasok oleh agen, tapi sekarang agennya telah berpulang ke Rahmatullah, sehingga tidak ada agen lagi yang memasok traktor," ungkap Tgk

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
ILUSTRASI- Babinsa Koramil 06/Indrapuri Kodim 0101/BS turun ke sawah membantu petani menanam padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Sejahtera Desa Lampanah Dayah, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (15/12/2020). 

"Dulu traktor dipasok oleh agen, tapi sekarang agennya telah berpulang ke Rahmatullah, sehingga tidak ada agen lagi yang memasok traktor," ungkap Tgk Muhammad.

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Tak ada traktor, warga dari empat desa dalam Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, belum bisa turun ke sawah.

Hal itu dikatakan Tgk Muhammad, warga Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Kamis (22/4/2021).

Tgk Muhammad mengatakan, desa-desa yang belum bisa turun ke sawah karena tidak ada traktor yaitu, Aluluddin Sa, Aluluddin Dua, Seuneubok Teungoh, dan Juungkat Gajah.

Total Luas lahan dari empat desa itu sekitar 45 hektar.

"Dulu traktor dipasok oleh agen, tapi sekarang agennya telah berpulang ke Rahmatullah, sehingga tidak ada agen lagi yang memasok traktor," ungkap Tgk Muhammad.

Tgk Muhammad berharap, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, peka melihat kebutuhan petani di lapangan.

Baca juga: MPU Aceh Tanggapi Konser Amal di Cafe Banda Aceh saat Bulan Ramadhan: Jangan Lakukan Aneh-aneh

Karena, kata Tgk Muhammad, desa tetangga di kecamatan itu seperti Desa Blang Buket, sudah mulai nabur benih.

"Melihat curah hujan, seharusnya kami juga sudah mulai bajak sawah dan menabur di Bulan Ramadan ini, dan targetnya usai Lebaran sudah mulai menanam," harap Tgk Muhammad.

Agar target petani ini tercapai sesuai harapan, karena itu, petani berharap Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, mencari solusi terhadap harapan petani ini.

Pasalnya, karena tidak ada traktor hingga saat ini, warga belum bisa turun ke sawah.

"Mudah-mudahan segera ada solusinya dari dinas terkait," harap Tgk Muhammad, seraya menyebutkan biasanya petani bayar Rp 80 ribu per rante kepada agen setelah sawah dibajak dua kali dan siap untuk ditanam. (*)

Baca juga: VIDEO Pelaku Hipnotis Pakai Giok Merah Delima di Subulussalam Terancam Penjara 4 Tahun

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved