Selasa, 28 April 2026

Internasional

Polisi Israel Tangkap Puluhan Pemuda Palestina, Seusai Bentrokan di Jerusalem Timur

Polisi Israel mengatakan 44 orang ditangkap dan 20 petugas terluka dalam malam kekacauan di Jerusalem Timur

Editor: M Nur Pakar
AP
Warga Palestina melarikan diri saat granat setrum ditembakkan oleh polisi Israel selama bentrokan di Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Jerusalem, Kamis (22/4/2021) 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Polisi Israel mengatakan 44 orang ditangkap dan 20 petugas terluka dalam malam kekacauan di Jerusalem Timur

Pasukan keamanan secara terpisah bentrok dengan warga Palestina yang marah tentang larangan Ramadhan dan ekstremis Yahudi yang mengadakan pawai anti-Arab di dekatnya.

Ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir di Jerusalem, yang telah lama menjadi titik nyala dalam konflik Israel-Palestina, lansir AP, Jumat (23/4/2021).

Jerusalem merupakan rumah bagi situs suci yang suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim.

Warga Palestina telah bentrok dengan polisi Israel setiap malam sejak awal bulan suci Ramadhan.

Ketegangan dimulai ketika polisi menempatkan barikade di luar Gerbang Damaskus Kota Tua, tempat Muslim secara tradisional berkumpul untuk menikmati malam setelah puasa siang hari.

Pada Kamis (22/4/2021) malam, ratusan warga Palestina melemparkan batu dan botol ke arah polisi.

Dibalas dengan menembakkan meriam air dan granat kejut untuk membubarkan mereka.

Puluhan warga Palestina terluka dalam huru-hara itu.

Baca juga: Warga Palestina dengan Polisi Israel Terus Bentrok Selama Malam Ramadan di Jerusalem

Sementara itu, kelompok Yahudi sayap kanan yang dikenal sebagai Lahava memimpin pawai ratusan pengunjuk rasa meneriakkan "Orang Arab keluar!" menuju Gerbang Damaskus.

Unjuk kekuatan datang menanggapi video yang beredar di TikTok yang menunjukkan orang-orang Palestina menampar orang-orang Yahudi secara acak.

Video lain yang dibuat untuk menanggapi mereka tampaknya menunjukkan orang Yahudi menyerang orang Arab.

Polisi menggunakan barikade logam untuk menghentikan pengunjuk rasa sayap kanan beberapa ratus meter (yard) dari Gerbang Damaskus.

Kemudian, mereka menggunakan meriam air, granat kejut, dan polisi yang dipasang untuk mendorong mereka kembali ke Yerusalem barat yang sebagian besar orang Yahudi.

Video yang beredar online menunjukkan bentrokan dan kebakaran yang lebih kecil di tempat lain di kota itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved