Breaking News:

Berita Kutaraja

Aksi Begal Rampas HP Mahasiswi Viral di Medsos, Pelaku Dibekuk Team Rimueng Polresta Banda Aceh

"Kejadiannya sempat viral beberapa waktu lalu di media social, sehingga menjadi atensi yang harus kami telusuri & dalami dengan ekstra keras," urainya

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Ryan didampingi Kanit Jatanras dan Kanit Reskrim Polsek Syiah Kuala menghadirkan pembegal mahasiswi USK dan penadah handphone curian pasca ditangkap Senin (26/4/2021) malam. 

"Pada saat pelaku mengambil handphone tersebut, korban jatuh dari sepeda motornya. Korban SN dan MH pun sempat berteriak jambret,” papar Kasat Reskrim.

Baca juga: Isi Kajian Serambi Spiritual, Rektor Unmuha Aceh: Jangan Melihat Kepekaan Sosial dari Materi Saja

Baca juga: Gadis Asal Abdya Hilang di Banda Aceh, Sudah Lebih Sebulan belum Kembali ke Rumah

Baca juga: Rizky Febian Bongkar Perlakuan Nathalie Holscher Padanya, di Tengah Kemelut Rumah Tangga Sule

“Tapi, karena warga melihat korban SN terluka, sehingga langsung membantu korban dan dibawa ke Rumah Sakit Prince Nayyef Unsyiah," sebut AKP Ryan.

Korban SN mengalami luka serius di tubuhnya, sementara rekannya MH shock dengan kejadian tersebut.

Mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang ini pun menyebutkan, berbekal keterangan saksi serta penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Syiah Kuala dibantu Team Rimueng Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, menemukan titik terang.

Polisi mendapati penadah barang kejahatan itu di sebuah toko ponsel di kawasan Darussalam milik pelaku berinisial SF (27).

"Penadah itu menerima hasil gadai handphone milik korban senilai Rp 700 ribu yang dititipkan  tersangka HEN," sebut AKP Ryan.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan terhadap SF, polisi mendapati identitas dua tersangka, yakni HEN dan IR.

Baca juga: VIDEO Polisi Tangkap 3 Penjual Chip Domino di Bener Meriah, Sita Uang Jutaan Rupiah

Baca juga: Doakan Kru KRI Nanggala-402, Danrem Lilawangsa dan Seluruh Prajurit Shalat Ghaib di Lhokseumawe 

Baca juga: Usut Kasus Dugaan Korupsi Karantina Hafiz di Galus, Polisi Periksa 20 Saksi, Ini Pagu Anggarannya

SehinggaTeam Rimueng dan personel Polsek Syiah Kuala berhasil mengamankan IR di rumahnya pada Senin (26/4/2021), di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Dari pengakuan tersangka IR, hasil dari menggadaikan handphone itu digunakan untuk membeli sabu-sabu yang digunakan bersama.

“SF dijerat Pasal 480 KUHP, sementara IR dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim Polresta, AKP Ryan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved